Dari Cemara Udang ke Tahanan Kejagung

oleh -18 views
Made Supriatma

Sekarang Anda harus mengontrol organisasi sebesar ini. Dan, Anda membuat sistem – yang menurut pandangan para pengkritik Anda adalah sistem dengan desain yang salah. Dan tentu tidak semua bisa Anda kontrol. Di dalam kantor sendiri ada politik. Para maling, rampok, dan orang-orang jahat juga ada didalamnya. Tentu mereka tampak glossy dan alim di luaran.

Dan, tentu banyak kesalahan ketika Anda mengelola BGN ini. Banyak yang tidak bisa Anda kontrol. Mungkin tidak akan bisa dikontrol oleh siapapun yang ada didalamnya. Anda harus menjilat ke presiden — yang ambisinya besar namun terlalu malas untuk belajar hal-hal yang detail, rumit, dan njlimet. Dia suka bicara besar seperti kapitalisme negara, Prabowonomics, ekoomi kerakyatan. Tapi tidak paham sama sekali bagaimana rakyatnya hidup.

Baca Juga  Prabowo, Bahasa Perancis, dan (Lagi) Politik Deklaratif

Tibalah saat Anda ketika semua tampak gagal di mata boss Anda itu. Anda yang semula adalah alat politik, dengan memakai gizi anak-anak dan ibu hamil menjadi kekuatan elektoral, tiba-tiba menjadi titik lemahnya (liabilities). MBG dihujat dimana-mana. Mobil-mobil box SPPG harus menghapus logo BGN karena menjadi sasaran kebencian di jalanan.

Anak-anak keracunan makanan yang mereka santap. Makanan untuk liburan anak-anak menjadi bahan tertawaan. Semua orang di dunia ini tahu bahwa BGN dan MBG adalah organisasi yang korup.

No More Posts Available.

No more pages to load.