Tidak hanya itu, ia juga menyiapkan sejumlah program prioritas sejak 100 hari pertama kepengurusan apabila terpilih.
Program tersebut meliputi pendataan digital seluruh alumni, pembangunan website dan aplikasi IKA Unidar, peluncuran kartu anggota digital, pembentukan pengurus wilayah hingga penyelenggaraan forum “Alumni Connect” sebagai ruang komunikasi lintas angkatan.
Dalam jangka menengah, ia menargetkan pembentukan UNIDAR Career Center Alumni, jaringan wirausaha alumni, program Alumni Teaching, serta Beasiswa Alumni Peduli bagi mahasiswa berprestasi maupun kurang mampu.
Sementara dalam jangka panjang, Umar ingin mewujudkan Pusat Kajian Alumni UNIDAR, pembentukan Dana Abadi Alumni, pembangunan Alumni Center, serta penguatan jaringan alumni di tingkat nasional maupun internasional.
“IKA Unidar harus menjadi kekuatan sosial, intelektual, dan profesional yang mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi alumni, almamater, masyarakat, daerah, bahkan bangsa. Organisasi ini harus menjadi rumah besar yang membanggakan seluruh alumni,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Umar mengajak seluruh alumni menjadikan Musyawarah Besar sebagai momentum persatuan, bukan ajang perpecahan.
“Mari kita tinggalkan sekat-sekat yang selama ini membatasi kita. Saatnya seluruh alumni bersatu dalam satu semangat, bergandengan tangan membangun IKA UNIDAR yang lebih solid, modern, profesional, dan bermartabat. Bersatu, berkarya, dan mengabdi untuk almamater serta Indonesia,” pungkasnya.










