“Terutama yang tinggal di daerah tepi pantai yang rawan akan air pasang air laut dan gelombang yang tinggal di lereng-lereng bukit di bantaran bantaran sungai terkait dengan kemungkinan bisa terjadi banjir dan tanah longsor,” jelasnya.
Kami minta, ungkap Pormes, BPBD berkordinasi dengan Damkar untuk potensi pohon-pohon yang ada di sepanjang jalan yang berpotensi kena angin kencang bisa tumbang dan menimpa pengguna jalan.
“Sehingga melakukan antisipasi harap segera di lihat di data dan penanganan, jangan sampai ada angin kencang dan pohon tumbang ada korban kan kita tidak inginkan sebelum itu terjadi kita sudah ambil antisipasi,” tegasnya.
Pormes juga mengungkapkan, kita juga mengecek logistik persiapan BPBD misalnya kebutuhan-kebutuhan jika terjadi bencana, seperti mungkin terpal, skop, gerobak bantuan- bantuan masyarkat yang sering di butuhkan ketika bencana itu terjadi.
“Bahkan dari BPBD sudah menyampaikan tenaga Tagana jika kemungkinan bencana terjadi sudah ada tenaga yang di siapkan oleh BPBD untuk membantu masyarakat yaitu Tagana,” ujarnya.
Sirinya juga menyampaikan, tadi juga kita mengevaluasi tentang bantuan korban gempa tahun 2019 tahap dua dan nama-nama itu sementara sudah disampaikan ke BNPB penanganan bencana pusat cuma menunggu pencairan anggarannya.










