Dua Desa di Halmahera Tengah Memanas, Tokoh Agama dan Mahasiswa Serukan Damai

oleh -102 Dilihat
Ketegangan antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, memicu kekhawatiran luas setelah situasi sempat memanas pada Jumat (3/4/2026).

“Mari kita kedepankan doa dalam menghadapi situasi ini agar kedamaian segera pulih,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk menahan diri, tidak terprovokasi, serta mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

Selain itu, pemerintah daerah dan aparat TNI-Polri didorong untuk bertindak cepat dan tegas guna meredam konflik serta menyelesaikan akar persoalan.

GMNI Desak Penguatan Kamtibmas

Desakan serupa juga datang dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara. Ketua DPD GMNI Maluku Utara, Arjun, meminta aparat memperkuat pengamanan guna mencegah konflik meluas.

Ia menekankan pentingnya pendekatan dialog dan mediasi, tidak hanya mengandalkan pengamanan fisik.

“Perlu ada ruang komunikasi yang dibangun secara intens. Tokoh adat dan tokoh agama harus dilibatkan untuk menenangkan situasi,” tegasnya.

Baca Juga  Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo, Bahlil Lahadalia Akui Dirinya Juga Jadi Korban

GMNI juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, terutama oleh informasi yang belum tentu benar di media sosial.

Harapan Situasi Segera Kondusif

Selain aparat, pemerintah daerah diminta aktif mengambil peran dalam proses rekonsiliasi agar konflik tidak berlarut-larut.

Hingga kini, aparat masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi eskalasi lanjutan. Masyarakat pun diharapkan dapat menahan diri demi menjaga stabilitas dan kedamaian di wilayah Halmahera Tengah. (Tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.