“Mari kita kedepankan doa dalam menghadapi situasi ini agar kedamaian segera pulih,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk menahan diri, tidak terprovokasi, serta mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
Selain itu, pemerintah daerah dan aparat TNI-Polri didorong untuk bertindak cepat dan tegas guna meredam konflik serta menyelesaikan akar persoalan.
GMNI Desak Penguatan Kamtibmas
Desakan serupa juga datang dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara. Ketua DPD GMNI Maluku Utara, Arjun, meminta aparat memperkuat pengamanan guna mencegah konflik meluas.
Ia menekankan pentingnya pendekatan dialog dan mediasi, tidak hanya mengandalkan pengamanan fisik.
“Perlu ada ruang komunikasi yang dibangun secara intens. Tokoh adat dan tokoh agama harus dilibatkan untuk menenangkan situasi,” tegasnya.
GMNI juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, terutama oleh informasi yang belum tentu benar di media sosial.
Harapan Situasi Segera Kondusif
Selain aparat, pemerintah daerah diminta aktif mengambil peran dalam proses rekonsiliasi agar konflik tidak berlarut-larut.
Hingga kini, aparat masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi eskalasi lanjutan. Masyarakat pun diharapkan dapat menahan diri demi menjaga stabilitas dan kedamaian di wilayah Halmahera Tengah. (Tim)









