Bahkan, mereka sudah memastikan tiket ke Piala Dunia dengan dua laga tersisa.
Pertahanan Solid Jadi Kunci
Salah satu kekuatan utama Ekuador terletak pada lini pertahanan yang solid. Di bawah Beccacece, organisasi permainan tim semakin rapi dan sulit ditembus.
Dalam periode kualifikasi yang dipimpinnya, Ekuador hanya kebobolan dua gol dalam 12 pertandingan. Catatan tersebut menjadi salah satu yang terbaik di kawasan Amerika Selatan.
Namun demikian, produktivitas gol masih menjadi pekerjaan rumah. Ekuador hanya mencetak sembilan gol, dengan Enner Valencia menjadi pencetak gol terbanyak dengan enam gol.
Perpaduan Pemain Muda dan Senior
Kekuatan lain Ekuador terletak pada keberhasilan regenerasi pemain. Di lini tengah, Moises Caicedo menjadi motor permainan sekaligus pengatur ritme tim.
Selain itu, talenta muda seperti Kendry Paez mulai menunjukkan potensi besar dan diproyeksikan menjadi bagian penting masa depan tim.
Perpaduan antara pengalaman pemain senior dan energi pemain muda menciptakan keseimbangan dalam skuad. Sosok Enner Valencia tetap menjadi andalan di lini depan berkat pengalaman dan ketajamannya di turnamen besar.
Rekam Jejak di Piala Dunia
Ekuador pertama kali tampil di Piala Dunia pada 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Namun, pencapaian terbaik mereka terjadi pada edisi 2006 di Jerman saat berhasil menembus babak 16 besar.









