Umat manusia generasi awal pernah berada dalam kesesatan besar sepeninggalan Nabi Adam AS. Orang-orang tak lagi menyembah Allah, melainkan berhala-berhala yang mereka tuhankan.
Kisah ini terjadi sebelum diutusnya rasul pertama. Di saat kerusakan itu menyebar di bumi dan penyembahan berhala terjadi di segala penjuru, Allah SWT kemudian mengutus Nabi Nuh AS.
Ibnu Katsir dalam Qashashul Anbiya terjemahan Umar Mujtahid mengatakan Nabi Nuh AS adalah rasul pertama yang diutus Allah SWT di bumi. Hal ini mengacu pada hadits Ibnu Hibban tentang syafaat dalam kitab Shahihain dari Abu Zur’ah bin Amr bin Jarir dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW.
Nabi SAW bersabda, “Mereka (ahli mauqif) datang menemui Adam lalu mengatakan, ‘Wahai Adam, engkau ayah manusia, Allah menciptakanmu dengan tangan-Nya, meniupkan sebagian ruh (ciptaan)-Nya padamu, memerintahkan para malaikat sujud padamu, dan menempatkanmu di surga, tidakkah kau memberi syafaat kepada kami (untuk menemui) Rabb-mu ‘Azza wa Jalla?’ Adam menjawab, ‘Hari ini, Rabb-ku sangat marah, belum pernah Ia marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini setelahnya. Jiwaku (yang seharusnya diberi syafaat), jiwaku (yang seharusnya diberi syafaat)…”









