Berdasarkan keterangan sementara dari korban selamat, total terdapat 20 pendaki yang berada di lokasi saat erupsi terjadi. Sebanyak 15 orang telah berhasil dievakuasi ke tempat aman.
Korban Jiwa dan Pencarian
Sementara itu, lima orang lainnya terdiri dari dua pendaki meninggal dunia, satu orang hilang, dan dua orang masih bertahan di area puncak untuk melakukan pencarian terhadap rekannya.
“Dua korban meninggal dunia diketahui merupakan WNA asal Singapura bernama Timo dan Sahnas. Namun data tersebut masih akan dipastikan kembali setelah tim tiba di lokasi,” kata Iwan.
Hingga kini, operasi pencarian terhadap korban hilang masih terus dilakukan. Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri dari Basarnas Pos SAR Tobelo, TNI, Polres Halmahera Utara, BPBD, serta masyarakat setempat.
Waspada Erupsi Susulan
Dalam proses evakuasi, tim juga mempertimbangkan kondisi cuaca serta aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih aktif guna menjamin keselamatan personel di lapangan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan para pendaki untuk tidak beraktivitas di sekitar kawasan gunung, mengingat potensi erupsi susulan masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR masih berlangsung dengan fokus pada pencarian satu pendaki yang belum ditemukan serta pendataan lanjutan terhadap seluruh korban terdampak.









