Porostimur.com, Tobelo – Sebanyak 20 pendaki dilaporkan terdampak erupsi Gunung Dukono, Jumat (8/5/2026). Dalam rombongan tersebut terdapat warga negara asing (WNA) asal Singapura, sementara sejumlah pendaki dilaporkan mengalami luka-luka akibat material erupsi.
Informasi awal diterima Basarnas Command Center (BCC) setelah terdeteksi sinyal darurat (SOS) dari perangkat Garmin pada koordinat di kawasan gunung. Laporan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya, Kecamatan Galela.
Kepala desa menyampaikan bahwa para pendaki yang berada di lokasi mengalami dampak langsung dari aktivitas vulkanik, sehingga membutuhkan bantuan evakuasi secepatnya.
Tim SAR Dikerahkan
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan Tim Rescue Pos SAR Tobelo langsung dikerahkan menuju lokasi.
“Pada pukul 09.56 WIT, Tim Rescue Pos SAR Tobelo bersama potensi SAR bergerak menuju Posko Pengamatan Gunung Dukono,” ujarnya.
Setibanya di posko, tim gabungan langsung berkoordinasi dengan Polres dan BPBD Kabupaten Halmahera Utara guna mengetahui perkembangan situasi terkini sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi kejadian.
Evakuasi di Tengah Risiko Erupsi
Tim SAR kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi terhadap para pendaki, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca serta aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih aktif.









