Evert Kermite Minta Murad Ismail Mundur Dari PDIP

oleh -2.926 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Politisi senior PDI-Perjuangan Maluku, Evert Kermite meminta Murad Ismail agar mundur dari jabatannya selaku Ketua DPD PDI-Perjuangan Maluku.

Permintaan ini disampaikan Kermite karena dia menilai Murad telah melakukan pelanggaran dan melecehkan martabat partai.

Kepada jurnalis Porostimur.com, Kamis (30/9/2021), Kermite mengatakan, sebagai senior yang sudah puluhan tahun berjuang bersama PDI-Perjuangan, dirinya sangat menyesalkan sikap politik Murad Ismail sebagai Ketua DPD.

Di mata Kermite, paling tidak Murad Ismail telah melakukan dua kali pelanggaran prinsipil yang mencoreng muruah partai.

“Yang pertama ketika PPP Wilayah Maluku Muswil, di mana di depan Wakil Ketua Umum PPP yang adalah Wakil Menteri Agama RI, dia dengan lantang menyatakan walaupun saya Ketua DPD PDI-Perjuangan, saya akan memperjuangkan saudara Azis Hentihu sebagai bupati Pulau Buru, itu pelanggaran prinsip lho pelanggaran sangat prinsip,” beber Kermite.

Baca Juga  Soal Kintroversi RUU HIP, Muhammadiyah Bentuk Tim Jihad Konstitusi

“Lalu yang berikutnya kemarin dalam Sidang Paripurna DPRD tampil lagi dia untuk mengoreksi anggota DPRD yang terhormat saudara Edwin Huwae. Ngak pantas itu. Nah karena itu seharusnya bidang kehormatan partai segera menyikapi apa yang dilakukan oleh saudara Murad. Saya nilai pelanggaran yang sangat prinsip loh dan sangat tidak bermanfaat bagi pengembangan partai kedepan,” imbuhnya.

Kermite menegaskan, kalau memang Murad Ismail merasa tidak cocok, tidak nyaman, sebaiknya yang bersangkutan pamit secara baik-baik, daripada keberadaannya mempengaruhi tekad para kader untuk berjuang membesarkan partai.

“Begitupun juga yang lain. Saya nilai, aduh kasihan sekali, partai ini kita bangun dengan darah dan air mata. Kita berhadapan dengan kekuatan orde baru dengan tentara dengan kepolisian, lalu semua enak aja datang nikmati ini partai dan seenaknya aja, ngak boleh dong seperti itu,” tukasnya.

Baca Juga  KPU Provinsi Nilai Tahapan Pilkada di Halbar Berjalan Lancar

Kermite mengaku pihaknya telah membuat laporan untuk disampaikan ke DPP. Dan laporan tersebut menurutnya sangat keras terhadap Ketua DPD PDI Perjuangan Drs Murad Ismail.

“Saya mau bilang, saya ini sudah puluhan tahun dari tahun 1973 ketika itu saya sudah pengurus partai dong jadi saya sedih sekali bahkan kasihan dengan partai. Ini tekad untuk membaharui. Kami sudah biasa. Dengan orde baru dulu kami lawan kok,” tukasnya.

Kermite menambahkan, reaksi dari berbagai pihak khususnya anggota partai saat ini, harus diterima oleh Murad.

“Ngak boleh begitu loh partai yang kita bangun dalam suatu proses yang sangat panjang ada orang yang baru datang aja sudah dapat jabatan yang empuk di partai lantas mau merugikan partai. Saya sama Pak Bito berdarah-darah sama Pak Ucu semuanya berdarah-darah. Enak sekali dia itu, ngak boleh begitu. Jangan dong itu kan nggak boleh,” tegasnya.

Baca Juga  Masyarakat Maluku Utara Akan Sumbangkan Ambulance untuk Palestina

Evert Kermite juga menilai, kondisi PDI-Perjuangan Maluku kini dalam kondisi sakit karena salah urus.

“Partai ini aset nasional, punya masyarakat. Ini saya bilang PDI-Perjuangan dalam kondisi sakit sekarang karena apa? masalah kepemimpinan. Soal kepemimpinan. Saudara Murad datang dia ngak tau partai ini gimana tapi main atur aja,” kata Kermite.

“Sebenarnya dia harus contohi pak Karel Ralahalu, beliau datang, beliau belajar, melakukan penyesuaian dan pendekatan. Seperti begitu kan enak. Tapi Murad kan ngak, kasihan ini partai mau dibawa kemana?,” pungkasnya dengan nada tanya. (tim)