Fakta-fakta Pembunuhan di Indekos Wanea Manado, Pasangan Sesama Jenis Kronologi hingga Penyebab

oleh -1.210 views
Link Banner

Porostimur.com | Manado : Fakta-fakta Pembunuhan di Indekos Wanea Manado, Pasangan Sesama Jenis, Kronologi hingga Penyebab

Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) belum lama ini digemparkan dengan kasus pembunuhan.

Kasus pembunuhan tersebut dilakukan oleh pasangan sesama jenis.

Di mana sang pelaku merupakan seorang perempuan yang dan yang menjadi korban adalah perempuan.

Peristiwa tragis itu terjadi di indekos atau tempat kos di Wanea, Manado, Rabu (29/9/2021) malam.

Kepolisian Sektor Wanea saat ini telah mengamankan MW (20) warga Kelurahan Ranotana lingkungan VI Kecamatan Sario terkait tindak pembunuhan di salah satu indekos di Wanea.

Simak fak-fakta pembunuhan pasangan sesama jenis yang telah dirangkum Tribunmanado.co.id, Jumat (1/10/2021).

1. Pembunuhan terjadi di indekos atau tempat kos di Wanea

Korban pembunuhan bernama Okvini Rundengan (22).

Kasus pembunuhan di salah satu indekost atau tempat kos di Wanea, Manado, Rabu (29/9/2021) malam.

Kejadian tersebut dibenarkan Kapolsek Wanea  AKP Arie Nayoan saat dikonfirmasi Tribunmanado.co.id.

“Benar dan kasusnya sudah kami tangani,” kata mantan Kapolsek Kombi, Polsek Minahasa, Kamis (30/9/2021).

Ia menjelaskan kejadian terjadi tadi malam sekitar pukul 20.30 Wita di Wanea, Manado.

2. Korban dan pelaku merupakan pasangan sesama jenis

Pembunuhan yang terjadi di Wanea tersebut melibatkan sepasang kekasih sesama jenis.

Di mana pelaku dan korban adalah sama-sama berjenis kelamin perempuan.

“Korban perempuan, pelakunya juga seorang perempuan. Keduanya lesbian di mana seorang wanita, secara seksual dan perasaan tertarik kepada sesama wanita juga,” tambah Kapolsek Wanea AKP Arie Nayoan saat dikonfirmasi Tribunmanado.co.id, Kamis (30/9/2021).

Kapolsek menyampaikan, keduanya diketahui saat kejadian berada di dalam satu tempat tidur di salah satu indekost.

“Pelaku sudah diamankan tadi malam, sedangkan korban langsung dibawah ke rumah sakit tapi sudah meninggal dunia saat dalam perjalanan,” sebutnya.

Baca Juga  Ops Simpatik Siwalima 2020, Dit Lantas Polda Maluku Gelar Apel Kesiapan Personil

3. Karena Cemburu

Kepolisian Sektor Wanea saat ini telah mengamankan MW (20) warga Kelurahan Ranotana lingkungan VI Kecamatan Sario terkait tindak pembunuhan di salah satu indekos di Wanea.

Adapun penyebab MW membunuh pasangannya, diakibatkan karena MW cemburu kepada korban.

Menurut keterangan, korban cemburu kepada pelaku, karena pelaku sering mendapatkan telepon.

Terjadilah pertengkaran hingga peristiwa nahas itu.

Penyebabnya, kata Kapolsek Wanea AKP Arie Nayoan hanya karena ada kecemburuan.

“Jadi korban berperan sebagai laki-laki dan cemburu kepada pelaku.

Korban cemburu karena ada yang sering menelpon pelaku, sehingga terjadi pertengkaran di dalam kamar sampai terjadi seperti ini,” tegas Kapolsek.

4. Kronologi Kasus Pembunuhan Okvini Rundengan di Indekos Wanea Manado

Kamar indekos di Wanea, Kota Manado, tempat terjadinya kasus pembunuhan terhadap Okvini Rundengan.

Kepolisian Sektor Wanea saat ini telah mengamankan MW (20) warga Kelurahan Ranotana lingkungan VI Kecamatan Sario terkait tindak pembunuhan di salah satu indekos di Wanea.

Menurut keterangan kepolisian melalui Kapolsek Wanea AKP Arie Najoan, kronologi pembunuhan ini bermula saat korban bernama Okvini Rundengan dan tersangka minum minuman beralkohol. 

Mereka minum miras captikus satu botol dan bir zero dua botol.

Kemudian korban dan tersangka mulai berselisih paham untuk menggoreng pisang dan terjadi pertengkaran mulut.

Kemudian korban beranjak dari tempat tidur langsung keluar menutup pintu dari luar.

Korban masuk kembali di dalam kamar langsung memukul tersangka dengan menggunakan kedua tangan.

Kemudian korban mengambil sebuah gunting dari dalam lemari dan terjadi tarik menarik gunting tersebut.

Pada saat gunting tersebut di tangan tersangka, langsung tersangka menikam korban dengan sebuah gunting dan kena di dada sebelah kiri.

Melihat korban bersimbah darah pelaku mengetuk pintu kamar lain dan meminta tolong kepada salah satu penghuni kamar untuk melihat korban.

Baca Juga  Terkait Rasisme Terhadap Natalius Pagai, SAPMA Pemuda Pancasila Papua Barat Kecam Ambrocius Nababan

5. Polsek wanea langsung turun TKP

Pada pukul 21.00 WITA SPKT Polsek Wanea mendapat telpon dari RS Bhayangkara Polda Sulut bahwa ada pasien seorang perempuan di ruang IGD sudah meninggal dunia.

Polsek wanea langsung turun TKP, mengolah TKP juga mengamankan pelaku juga mencari saksi dan barang bukti.

Berdasarkan penyelidikan polisi diketahui bahwa pelaku dan korban adalah pasangan sejenis.

Pihak tersangka dan korban sudah berhubungan pacaran sesama jenis sejak 29 Juli 2021 dan sampai saat kejadian.

Mereka berdua diketahui tinggal bersama di tempat salah satu indekos di kelurahan Wanea lingkungan satu kecamatan Wanea.

Dan di malam sehari sebelumnya kedua pasangan ini sedang melakukan live streaming di salah satu sosial media.

“Jadi motif pembunuhan ini, dimana korban berperan sebagai laki-laki dan cemburu kepada pelaku,” ujar Kapolsek.

6. Okvini Rundengan, Korban Pembunuhan di Wanea Manado, Sempat Ajak Kakaknya Wisuda Sama-sama

Rani kakak korban saat bersama kapolsek wanea di RS bhayangkara (fistel mukuan/tribun manado)

Rani Rundengan Kakak korban, saat diwawancarai Tribunmanado.co.id menceritakan sebelum mengetahui kabar adiknya tewas dibunuh.

Ia menyebutkan saat kejadian dirinya sementara kerja di rumah makan, Minahasa Utara.

Rani mengetahui kejadian ini dari salah satu teman di indekost tempat lokasi kejadian, kalau adiknya sudah meninggal dan mengajaknya ke rumah sakit.

Ia mengaku tidak percaya karena sebelum kejadian sempat menghubungi adiknya dan dalam keadaan sehat.

“Saat mendengar saya langsung telpon keluarga di kampung Kali, Tombatu, Minahasa Tenggara meminta supaya segera datang,” sebutnya.

Ia menceritakan saat ini adiknya adalah mahasiswi di Universitas Negeri Manado (Unima) jurusan pendidikan olahraga.

Baca Juga  Besok Komisi II DPRD Kota Ambon Akan "On The Spot" Ke SPBU Lateri

“Sementara menyusun skripsi dan rencananya mau cari kerja biar bisa maju ujian skripsi. Sambil membantu orang tua juga,” ungkapnya.

Rani pun bilang, adiknya itu sempat mengajak untuk wisuda sama-sama.

7. Ancaman Pidana

Saat ini pelaku telah ditahan di Polsek Wanea dan terancam pidana dengan pasal 338 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

8. Pasca Kasus Pembunuhan Okvini, Sejumlah Penghuni Kos di Wanea Manado Pilih Tinggal di Rumah Keluarga

Menurut keterangan pemilik kos, ada beberapa penghuni indekos yang memilih untuk pulang ke rumah keluarga mereka atau kerabat mereka.

“Mungkin karena takut akan adanya gangguan, apalagi pada saat menjelang tiga hari. Karena kan ini kematian yang tidak wajar jadi percaya atau tidak ya kita tunggu saja,” jelas Edwin Malonda (37).

9. Komentar Pakar Hukum Pidana

Sementara itu, Pakar Hukum Pidana dari Fakultas Hukum Unsrat Dr Rodrigo Elias SH MH turut memberikan komentar terkait pengakuan tersangka. 

Mantan Ketua Bagian Hukum Pidana ini ketika dihubungi melalui sambungan telpon oleh tribunmanado.co.id mengatakan, pengakuan tersangka tidak bisa langsung dibenarkan begitu saja. 

Karena dalam hukum ada prosesnya. Penyidik dari kepolisian tidak bodoh.

“Polisi akan ada bukti pendukung, untuk memeriksa pengakuan ini benar atau tidak. Pelaku juga akan diperiksa bukan hanya secara lisan,” terang dia, Kamis (30/9/2021).

“Para penyidik tidak langsung mengambil kesimpulan, meskipun begitu tetap itu bukan menjadi alasan penghapusan pidanan,” tambahnya.

Ditegaskannya, secara karateristik dalam hubungan-hubungan yang begitu memang fanatik, beda dengan laki-laki dan perempuan.

“LGBT sekarang belum diperbolehkan di Indonesia,” tutupnya.

(red/tribunmanado)