Porostimur.com, Washington – Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS) mengungkapkan telah meretas dan mengganggu kelompok kejahatan siber yang dikenal sebagai Hive. Manuver ini memungkinkan FBI menggagalkan kelompok itu mendapatkan uang tebusan ransomware sebesar 130 juta dolar AS dari 300 korban lebih.
Dalam konferensi pers Jaksa Agung AS Merrick Garland, Direktur FBI Christopher Wray, dan Deputi Jaksa Agung AS Lisa Monaco mengatakan peretas pemerintah AS masuk ke dalam jaringan Hive dan mengawasi kelompok itu. Peretas FBI mencuri kunci digital yang digunakan Hive membuka data organisasi para korban.
Mereka kemudian dapat memberitahu para korban sehingga mereka dapat memperkuat sistem proteksi sebelum Hive meminta uang tebusan. “Dengan cara legal kami meretas peretas, kami membalikan meja pada Hive,” kata Monaco dalam konferensi pers, Kamis (26/1/2023).
Berita tentang peretasan FBI ini sudah diketahui sejak Kamis pagi. Ketika situs Hive muncul dengan pesan kilat yang bertuliskan “Biro Investigasi Federal menyita situs ini sebagai bagian dari tindakan yang dikoordinasikan penegakan hukum terhadap Ransomware Hive.”
Peladen Hive juga disita Kepolisian Kriminal Federal Jerman dan Unit Kejahatan Teknologi Canggih Nasional Belanda. “Kerja sama intensif lintas perbatasan negara dan benua, menandai sikap saling percaya, yang merupakan kunci untuk memerangi kejahatan keamanan siber berat dengan efektif,” kata Komisioner kepolisian Jerman Udo Vogel dalam pernyataan dari jaksa dan kepolisian Negara Bagian Baden-Wurttemberg yang membantu penyelidikan.




