Porostimur.com, Sanana – Festival Desa Nelayan Pastabulu yang berlangsung sejak 23 hingga 28 Agustus 2022, di Kecamatan Mangoli Utara, Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara (Malut) kunci utamanya adalah menjaga potensi perikanan dan kelautan.
Hal itu disampaikan Ketua Panitia Festival Desa Nelayan Pastabulu Muhammad Drakel. Bahkan, katanya, lagi mengupayakan mendatangkan investor agar nelayan di Desa Pastabulu dapat diperhatikan hingga pada pelestarian alam bawah laut.
“Pada Festival Desa Nelayan ini, kita akan mengupayakan para nelayan agar bisa memperhatikan dan melakukan pelestarian lingkungan baik itu alam bawah laut maupun pesisir pantainya,” kata Memet, sapaan Muhammad Drakel, dikutip, Kamis (25/8/2022).
Selain itu, Memet mengungkapkan, masih ada yang kedapatan menangkap ikan dengan cara ilegal seperti menggunakan bom, sehingga menghancurkan terumbu karang.
“Jadi, upaya ini adalah memberikan kesadaran bagi masyarakat agar alam bawah laut ini bisa tetap lestari dengan menggunakan alat tangkap tradisional agar alam bawah laut kita tetap terjaga,” ujar Memet.
Memet juga menyampaikan, sumber penghidupan nelayan ini dapat dilihat dari kelangsungan kehidupan alam bawah laut seperi ikan karang dan biota laut yang biasa hidup di terumbu karang.










