Festival Tumpe Klawalu: Merawat Budaya Moi di Kota Sorong

oleh -313 views

Mengangkat kebudayaan mempererat kembali hubungan-hubungan tersebut dan menyelesaikan masalah internal di dalam. Selain itu, melestarikan kebudayaan dapat membantu mengarahkan pemerintah melakukan pembangunan yang selaras dengan alam. Festival Tumpe Klawalu diadakan untuk menggali potensi-potensi dari tradisi baik nenek moyang orang Moi kemudian diwariskan kepada generasi muda.

Festival Tumpe Klawalu hadir sebagai upaya untuk menghidupkan kembali kebudayaan Suku Moi. Tumpe berarti berkumpul bersama-sama di suatu tempat, sedangkan Klawalu adalah nama kali/sungai yang ada di daerah yang sekarang dikenal sebagai Kampung Klasaman. Kampung Klasaman sendiri merupakan wilayah pertama yang ditempati oleh Suku Moi di daerah yang sekarang menjadi Kota Sorong setelah merantau dari kampung.

Baca Juga  Harga Pertamax Naik, Tarif Ojek di Tual Ikut Melonjak hingga Rp40 Ribu

Festival ini tidak hanya menjadi wadah untuk melestarikan tradisi, tetapi juga sebagai ajang untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga warisan budaya. Melalui berbagai lomba seperti memasak pangan lokal, membuat Noken, bercerita rakyat, tari Aluyen, dan menyanyi tradisional, festival ini bertujuan untuk mengembalikan kebanggaan masyarakat terhadap budaya asli mereka dan memastikan bahwa tradisi ini dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.