Melihat Gelombang, Membaca Arus

oleh -246 views
Ansori

Oleh: M. Isa Ansori, Kolumnis, Pengajar Psikologi Komunikasi

Kekuasaan bukan sekadar soal memenangkan pemilu. Kekuasaan adalah keberanian mengambil jarak dari kesalahan, bahkan ketika kesalahan itu berasal dari orang-orang yang selama ini berada di lingkaran terdekat.

Hari ini, Presiden Prabowo Subianto menghadapi ujian yang mungkin lebih berat daripada memenangkan Pilpres 2024. Ujian itu bukan datang dari oposisi, bukan pula dari tekanan asing. Ujian itu justru datang dari dalam rumahnya sendiri: beranikah Prabowo membersihkan kabinet dan lingkar kekuasaannya dari para pembantu yang menjadi sumber kemarahan publik?

Dalam politik, persepsi sering kali lebih kuat daripada fakta. Dan persepsi yang berkembang di tengah masyarakat hari ini adalah bahwa sebagian pembantu presiden masih bekerja dengan pola lama, cara lama, dan mentalitas lama yang justru menggerus kewibawaan istana.

Kasus Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi contoh paling nyata. Program yang semula digadang-gadang sebagai investasi masa depan anak-anak Indonesia justru diterpa badai dugaan korupsi. Kepala Badan Gizi Nasional beserta sejumlah pejabat terkait telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penyelidikan korupsi yang mengguncang salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo. Bahkan kasus ini diikuti kritik terkait tata kelola, konflik kepentingan, hingga berbagai persoalan keamanan pangan yang memicu keracunan massal di sejumlah daerah.

No More Posts Available.

No more pages to load.