Porostimur.com, Sorong – Suku Moi merupakan suku asli Tanah Papua yang tinggal di wilayah pesisir kepala burung Papua Barat Daya. Suku Moi memiliki kearifan lokal yang selaras dengan alam, seperti tradisi Egek yang dilakukan untuk menjaga kelestarian alam.
Hari ini, banyaknya pendatang membuka akses terhadap berbagai hal dari luar Papua, termasuk pangan dan budaya. Selain itu, eksplorasi terhadap sumber daya alam juga semakin marak terjadi di wilayah Papua. Banyak masyarakat Papua yang mulai berpindah ke kota untuk mencari penghasilan.
Sebagian Orang Moi juga turut mengalami pergeseran cara hidup mengikuti modernisasi yang terjadi. Ditambah dengan salah satu wilayah Suku Moi yang menjadi pusat kota di Provinsi Papua Barat Daya, yaitu Kota Sorong. Untuk membangun pusat kota, wilayah hutan harus dikorbankan. Apabila hutan hilang, maka sumber pangan masyarakat asli juga hilang. Dengan hilangnya hutan, masyarakat Suku Moi lambat laun meninggalkan kebudayaannya.
Selain modernisasi, minat generasi muda dalam mempraktikkan kebudayaan asli Suku Moi semakin menurun. Tradisi seperti pembuatan Noken, yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, kini hanya dikuasai oleh segelintir orang tua.









