Porostimur.com, Ternate – Ikatan Pelajar Mahasiswa Maba Sangaji Halmahera Timur (IPMMS-HT) Maluku Utara menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-VI 2025. Forum ini tidak hanya membicarakan soal regenerasi kepemimpinan organisasi, tetapi juga menjadi panggung solidaritas untuk menyuarakan pembebasan 11 warga adat Maba Sangaji yang tengah menjalani proses hukum.
Seruan Solidaritas dari Mahasiswa
Dalam forum tersebut, suara mahasiswa menggema lantang. Seruan moral bertagar #Bebaskan11Warga menjadi penegasan bahwa isu kemanusiaan tidak boleh dibiarkan sendiri.
Poster-poster bertuliskan pembebasan 11 warga turut menghiasi ruangan Mubes, menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa adalah bagian dari perjuangan rakyat.
“Mubes ini bukan hanya tentang pemilihan ketua, tetapi juga bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang sedang mencari keadilan,” ujar Sahriyanto, salah satu peserta forum.
Ketua panitia, Fathan Sabtu, menyatakan bahwa isu ini sengaja diangkat agar organisasi tidak hanya berkutat pada dinamika internal, tetapi juga menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat.
“Kami ingin IPMMS-HT menjadi organisasi yang dekat dengan rakyat. Solidaritas ini adalah wujud kepedulian,” tegasnya.
Kepemimpinan Baru, Agenda Lama yang Diperjuangkan
Selain isu solidaritas, Mubes juga melahirkan kepemimpinan baru. Arwan Arsad terpilih sebagai Ketua Umum setelah meraih 14 suara, mengungguli rivalnya Hardian Bontan yang memperoleh 9 suara.









