Porostimur.com, Ternate — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026), meninggalkan jejak kerusakan signifikan di Kota Ternate. Puluhan rumah warga dilaporkan rusak, dengan Kecamatan Batang Dua menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.
Data Posko Tanggap Darurat Pemerintah Kota Ternate mencatat, total kerusakan bangunan tersebar di lima kecamatan. Dari hasil pendataan sementara, kerusakan rumah warga didominasi kategori berat.
Kerusakan Meluas, Batang Dua Terparah
Berdasarkan rekapitulasi terbaru, tercatat sebanyak 32 rumah mengalami rusak berat, 36 rumah rusak sedang, dan 65 rumah rusak ringan. Selain itu, tujuh bangunan sarana ibadah juga terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi, dari ringan hingga berat.
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menyebut Kecamatan Batang Dua sebagai wilayah paling terdampak, khususnya di Kelurahan Lelewi, Bido, dan Tifure.
“Wilayah yang paling terdampak berada di Batang Dua, termasuk Pulau Mayau dan Tifure. Untuk di dalam kota juga ada beberapa lokasi kerusakan dan masih terus didata,” ujar Tauhid.
Di Kelurahan Bido, tercatat 16 rumah mengalami kerusakan, lima di antaranya rusak berat serta satu gereja rusak ringan. Sementara di Tifure terdapat tujuh rumah dan satu gereja rusak. Di Lelewi, tiga gereja terdampak, masing-masing satu rusak berat dan dua rusak ringan. Di wilayah Mayau dan Pante Sagu, masing-masing satu gereja dilaporkan mengalami kerusakan.










