Gerakan Pemuda Marhaenis Halsel “Anggap” hati nurani BPBD Halsel dan BRI KCP Labuha Telah Mati

oleh -156 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Berdasarkan hasil Persidangan pada sidang lanjutan sidang kedua dengan Nomor Perkara: 1/Pdt.G.S/2021/PN.Lbh, yang digelar di Pengadilan Negeri Labuha, Rabu tanggal 28 April tahun 2021 terkait dengan Dana HUNTAP Gane dan Kepulauan Jouronga bagi masyarakat yang tertimpa gempa bumi berkekuatan 7,2 SR tahun 2019 lalu, DPD GPM Halsel menilai hati nurani BPBD Halsel dan BRI KCP Labuha telah mati.

Pasalnya, pada proses persidangan tersebut, terungkap bahwa pihak BRI KCP Labuha telah memblokir rekening milik warga atas dasar perintah dari pihak BPBD Halsel dengan berdalih agar warga tidak menyalahgunakan anggaran, karena anggaran tersebut diperuntukan pembangunan infrastruktur rumah hunian tetap (HUNTAP) sesuai SOP atau juknis, tapi kedua pihak itu mengabaikan UU Perbankan Dan Peraturan Bank Indonesia (BI), atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga  Reisa Broto Asmoro: Maskerku Melindungimu & Maskermu Melindungiku

Melalui keterangan tertulis yang diterima Porostimur.com Kamis (29/4/2021), ketua DPD GPM Halsel, Harmain Rusli menyatakan kebijakan tersebut adalah perbuatan melawan hukum dan menyalahi aturan.

Tidak hanya itu, Harmain mengungkapkan, pada saat persidangan berlangsung tanggapan pihak BPBD Halsel dan BRI KCP Labuha mengatakan bahwa ada warga yang membobol rekening mereka dan mengatakan bahwa mungkin BRI KCP Labuha hilaf dalam mengamankan rekening milik nasabah mestinya rekening milik penerima bantuan Huntap seluruhnya harus diblokir tapi masih ada sebagian warga yang sempat membobol sehingga dana mereka tidak bisa ambil.

“Menurut kami bahwa tuduhan atau alasan yang disampaikan oleh pihak BRI KCP Labuha dan BPBD Halsel sangat tidak objektif dan mengada-ngada untuk menutupi kesalahannya. Sejak persidangan perkara pertama hingga sidang perkara ke tiga pihak tergugat (BPBD Halsel dan BRI KCP Labuha).

Baca Juga  Saiful Chaniago Nyatakan Maju di Pilwakot Ambon

“Olehnya itu kami meminta kepada Majelis Hakim jika pada putusan nanti mengabulkan semua permintaan pemohon,” pinta Harmain.

Menurutnya Gerakan Pemuda Marhaenis Halsel dan masyarakat Gane serta Kepulauan Jouronga telah berkomitmen untuk mengawal Dana Huntap hingga bisa dipergunakan sebagaimana mestinya. (adhy)