Habiskan 4 Milyar, Masjid An Nur Gagal Konstruksi. Ini Reaksi Masyarakat Pohea

oleh -212 views
Link Banner

Porostimur.com|Sanana: Pembangunan Masjid An Nur, Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Propinsi Maluku Utara (Malut) tak kunjung selesai dan dinilai gagal secara konstruksi.

Hal ini menuai protes dan memunculkan aksi protes dari masarakat Desa Pohea, seperti yang terjadi pada, Kamis (30/1/2020), di depan Kantor Polres Kepulauan Sula, Kantor Dinas PUPR dan Kantor DPRD kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).

Masyarakat yang kecewa dan marah dengan ulah kontraktor serta pemerintah daerah, menggandeng Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Himpunan Pelajar Mahasiswa Sulabesi Barat (HIPMA SULBAR ) dan Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula untuk menggelar aksi unjuk rasa.

Rianto Kaunar, salah satu perwakilan masyarakat Desa Pohea dalam orasinya mengatakan, Pembangunan Mesjid Annur, Desa Pohea sudah menelan anggaran sebesar Rp4 Miliar lebih. Namun Masjid kini terbengkalai.

Anto, sapaannya membeberkan niat busuk dari Pemerintah Daerah (Pemda) malalui Dinas Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mengambil alih pembangunan Mesjid AN’NUR dari Panitia Pembangunan di Desa untuk dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang menurutnya adalah modus dari Dinas PUPR untuk mencuri melalui Proyek Pembangunan Masjid.

Baca Juga  Rencana Rubah Jadwal Finger Print ASN Pemprov Malut, Pj. Sekprov Kena Semprot Akademisi

Sementara itu Perwakilan HIPMA SULABAR, Gazali Fataruba menduga adanya konspirasi yang sistematis oleh Pemda dalam perkara korupsi anggaran pembangunan Masjid An Nur Pohea

Menurut Fataruba, beberapa kali KNPI Kepulauan Sula melakukan dialog soal kisruh p embangunan Masjid ini, tidak pernah dihadiri oleh Pemerintah Daerah meskipun undangan telah dikirimkan jauh-jauh hari.

Sedangkan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI ) Kepsul, Saiful Sibela meminta Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepsul agar lebih aktif dalam mengawal Seluruh pembagunan yang menggunakan uang rakyat,sehingga seluruh pembangunan terarah dan tepat sasaran.

Aksi demontrans ini akhirnya melahirkan kesepakatan antara Massa aksi dan Komisi III DPRD kepulauan Sula, Lasidi Leko.

Baca Juga  MHB-GAS Akan Benahi Pendidikan di Kota Ternate Melalui Program BI Layar Pedia

Lasidi bersepakat bersama dengan Masayarakat Pohea, Kecamatan Sanana Utara, untuk melaporkan Proyek pembangunan Mesjid Pohea yang diduga gagal konstruksi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanana.

Selain itu, Ketua Komisi III DPRD Kepulauan Sula, Lasidi Leko, mengatakan penuhi desakan Massa aksi agar menyerahkan Dokumen RAB Proyek Pembangunan Masjid An, Nur Desa Pohea dan bersama dengan Masayarakat melaporkan mesjid yang diduga gagal konstruksi tersebut.

“Saya bersama teman-teman Komisi III DPRD penuhi tuntutan Masayarakat Pohea dengan menyerahkan Dokumen RAB dan melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Negeri Sanana”ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bingang (PBB) Kepulauan Sula ini”, tukas Lasidi.

Sementara itu, data yang telah di kantongi media ini, anggaran tahap pertama berdasarkan Surat Perjanjian Kontrak dengan nomor 645/129.PKPU/KESRA-KS/X/2015 tanggal 07 Oktober 2015, antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan CV. Ira tunggal Bega atas pekerjaan Pembangunan Mesjid Pohea, dengan nilai kontrak sebesar Rp 488.427000. 00 yang bersumber dari APBD 2015.

Baca Juga  Spanyol Bantai Jerman 6-0: Ozil Serukan Panggil Kembali Boateng, Bierhoff Bela Klopp

Kontrak tahap kedua dengan nomor. 910.916/451.2/45.CK/DPUPRPKP-KS/2017 tanggal 12 April 2017 antara PPK dan CV Sarana Mandiri yang mengejerkan Proyek mesjid tersebut dengan anggaran sebesar Rp 957.996.903,00 yang bersumber dari APBD 2017.

Sedangkan kontrak tahap tiga dengan nomor 910.916/027/09.PKP/DPUPRPKP-KS/IX2018 tanggal 19 September 2018 antara PPK dengan CV. Sarana Mandiri dengan anggaran sebesar Rp 1.959.904.793,00 yang bersumber dari APBD 2018.

Kemudian Kontrak Kerja tahap ke empat 910.916/08/kontrak/-Perkim/DPUPRPKP-KS/VIII/2019, tertanggal 23 Agustus 2019, antara PKK dengan CV. Dwiyan Pratama pekerjaan mesjid pohea Lanjutan dengan anggaran sebesar Rp 294. 093.402,00 bersumber dari APBD 2019. (ifo)