Hadapi Strategi Kubis China di Natuna, Belain Minta TNI Siaga Tempur

oleh -55 views

Porostimur.com | Jakarta: Menyoroti praktek maling ikan ala RRC dengan bentuk formasi penempatan lapisan perahu milisi nelayan bersenjata, penjaga pantai dan kapal angkatan laut di Kepulauan Natuna saat ini, terkenal dengan istilah populernya “Strategi Kubis” RRC.

Direktur Bela Indonesia (Belain) Abdussalam Hehanussa menyebut taktik intimidasi dan pemantauan shadowing tersebut, telah dipraktekkan sejak sidang Ruling Tribunal UNCLOS menolak klaim plasu RRC soal teori Nine Dash-Line Cina tahun 2016.

Teknik provokatif RRC tersebut menurut Hehanussa, dipertontonkan kepada KM Tanjung Datu 301, armada operasi laut BAKAMLA sejak 10 Desember 2019 hingga 4 Januari 2020 dengan terus menerobos perairan Natuna Utara.

“Ketika diingatkan hingga diusir secara persuasif oleh KRI Teuku Umar-385, kapal-kapal RRC tetap melakukan shadowing sambil memutar saja, dan akan terus mempraktekkan upaya maling ikan dengan taktik ngotot seperti ini, walaupun sudah berulang kali diprotes oleh Menteri Luar Negeri Indonesia,” papar Hehanussa.

Abdussalam Hehanussa

Menyikapi perkembangan situasi dan opini publik atas aksi intimidasi maritime RRC terhadap wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Kepulauan Natuna Utara itu, pimpinan organisasi Bela Indonesia (BELAIN) menyatakan mendukung sikap tegas Menlu RI terhadap RRC dan menyerukan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto, untuk menyampaikan nota protes kepada Menteri Pertahanan RRC, Wei Fenghe soal isu Natuna agar RRC pahami bahwa Indonesia akan melanjutkan kemitraan strategis komprehensif di bidang pertahanan dan militer selama RRC menghormati dan memenuhi isi nota protes diplomatik Menlu RI.