Harita Nickel Padukan Simulasi dan Aksi Nyata Penanganan Bencana di Maluku Utara

oleh -688 views
Tim ERT Harita Nickel turut membantu pembersihan puing-puing material yang terbawa banjir di Kecamatan Ibu, Halmahera Barat, pada Januari lalu.

Porostimur.com, Ternate – Provinsi Maluku Utara dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Letaknya di jalur cincin api Pasifik membuat daerah ini rentan terhadap gempa bumi, tsunami, serta aktivitas sejumlah gunung api aktif seperti Gunung Gamalama, Gunung Ibu, Gamkonora, Dukono, dan Gunung Kie Besi.

Selain itu, intensitas hujan ekstrem dalam beberapa tahun terakhir turut meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sepanjang semester I tahun 2025 terjadi 76 kejadian bencana hidrometeorologi di 48 kecamatan di Maluku Utara. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Halmahera Selatan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak.

Baca Juga  Sosialisasi Program Pascasarjana di Ternate, FH UII Tawarkan Skema Fleksibel bagi Profesional Hukum

Bangun Sistem Kesiapsiagaan Bencana

Warga Desa Kawasi memerankan korban bencana dalam simulasi evakuasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons darurat.

Kondisi tersebut menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana menjadi kebutuhan penting bagi seluruh pemangku kepentingan yang beroperasi di wilayah Maluku Utara.

Kepala BNPB Halmahera Selatan, Suharyanto, menekankan bahwa di balik keindahan alamnya, Maluku Utara memiliki risiko bencana yang tinggi sehingga semua pihak harus selalu siaga.

“Seluruh pemangku kepentingan harus senantiasa siap siaga tanpa menunggu jatuhnya korban baru bertindak,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.