HARITA Operasikan Lini Produksi Kedua Untuk Pemurnian Nikel

oleh -50 views

Porostimur.com, Ternate – Perusahaan tambang dan hilirisasi terintegrasi HARITA Nickel melalui unit bisnisnya Halmahera Persada Lygend (HPL) saat ini telah mengoperasikan lini produksi kedua di Pulau Obi, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut). Lini produksi kedua ini dapat meningkatkan kapasitas produksi HPL menjadi 250 ribu ton per tahun campuran padatan hidroksida dari nikel dan kobalt (mixed hydroxide precipitate-MHP).

Lini produksi yang kedua HPL masih merupakan bagian dari fase pertama operasional. Rencananya pada kuartal kedua 2022, proyek lanjutan berupa pabrik nikel sulfat akan selesai dan dapat memproduksi nikel sulfat dan kobalt sulfat. Produk-produk ini merupakan bahan baku yang digunakan untuk baterai kendaraan listrik.

Baca Juga  Hari Kartini, Advokat Natasha Olivia Ajak Perempuan Indonesia Terus Bersinar dan Berdampak

Head of External Relation HARITA Nickel Stevi Thomas mengungkapkan, lini produksi pertama Halmahera Persada Lygend yang telah diresmikan pada Juni 2021 lalu telah beroperasi dengan baik dan menjadi produk ekspor andalan tanah air dan Malut.

“Sebanyak 5.300 ton MHP hasil pemurnian bijih nikel kadar rendah berhasil kami kapalkan akhir Juni lalu. Ini menjadi kebanggaan kita semua, khususnya Halsel dan Malut sebagai daerah yang pertama kali memproduksi dan mengekspor bahan baku baterai kendaraan listrik. Apa yang telah dilakukan HARITA melalui HPL telah menghasilkan devisa serta memberi nilai tambah yang berlipat ganda terhadap komoditas tambang tanah air,” katanya, Kamis (16/12/2021) di Ternate.