HCW Minta Kejari Panggil Ketua ULP Halsel Terkait Tender Proyek Rehabilitasi Jalan Lingkungan dan Areal Parkir Pelabuhan Penyebrangan Saketa

oleh -616 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Halmahera Corruption Watch (HCW), mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuha Halmahera Selatan untuk segera memanggil Ketua ULP dan anggota atas penetapan PT. Lasisco Haltim Jaya sebagai pemenang tender proyek Rehabilitasi Jalan Lingkungan dan Areal Parkir (Fasilitas Darat) Pelabuhan Penyebrangan Saketa, Kecematan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan.

Hal ini dikatakan Direktur HCW, Rajak Idrus kepada jurnalis Porostimur.com, Rabu (10/3/2021) di Ternate.

Menurut Rajak, dalam Paket tersebut ada 5 perusahaan yang ikut bertarung, namun dari pihak ULP Kab Halse telah memenagkan PT. Lasisco Haltim Raya sebagai pemenang tender dengan penawaran 0,2,% dengan nilai pagu Rp.7.107.800.440.00.

Anak muda yang akrab disapa Jack ini menuturkan, PT. Lasisco Haltim Jaya dalam melakukakan penawaran terendah dengan pagu Rp.7.107.800.440 atau 0,224% dengan selisih Rp.15.931.173 terpotong dengan nilai pagu maka menjadi Rp.7.091.869.266.620.

“Maka dilihat dari sisi atur sangat bertentangan dengan Perpres 16. Tahun 2018 dan Permen PUPR 14. Tahun 2020, Tentang Pengadaan Barang Dan Jasa Milik Pemerintah,” paparnya.

Baca Juga  Polres Malteng Sita Ratusan Liter Miras dan Barang Kadaluarsa

Rajak menambahkan, dalam kajian HCW bahwa apa yang dilakukan ULP Kabupaten Halmahera Selatan adalah sangat tidak rasional, karena terjadi pemaksaan untuk memenangkan perusahaan lain tanpa bersandar pada aturan.

“Hal ini adalah bentuk tindakan melawan hukum dengan menggunakan kewenangan selaku ULP dengan menghalalkan berbagai macam cara. HCW menduga sebelum paket tersebut di lelang terlebih dahulu sudah ada permainan antara pihak PT Lasisco Haltim Jaya dan ULP Kab Halsel,” ujar Jeck.

“Secara kelembagaan, Saya minta ULP Kabupaten Halmahera Selatan agar membatalkan proses penetapan pemenag tender. Kalau tidak dilakukan, maka HCW akan menempuh jalar hukum. Sekalian HCW akan menggandeng Kajari Halmahera Selantan untuk malakukan penyelidikan atas proses lelang yang dimenangkan oleh PT. Lasisco Haltim JayaJaya,” imbuhnya.

Baca Juga  Resmi Bentuk Pansus Interpelasi Pengangkatan Sekwan dan Pilkades, DPRD Kepulauan Sula Adu Kuat Dengan Bupati

Untuk diketahui proyek ini melekat pada Dinas Perhubungan Kab Halsel, Tahun Anggaran 2021 dengan menggunakan anggran APBD.

Rajak menambahkan, dalam pandangan HCW ULP dengan segaja menetapkan PT. Lasisco sebagai pemenag karena ada dugaan besar terjadi deal-deal di belakang dan ada konspirasi antara pihak perusahan dengan pihak ULP. Kab Halsel.

“Maka dengan itu HCW minta kepada ULP Kab Halsel agar segra batalkan lelang proyek yang dimenangkan oleh PT. Lasisco Haltim Jaya dan ULP segera melakukan tender ulang atas paket tersebut,” pungkasnya. (sarjan)