Porostimur.com, Badung – Anggota Komisi XI DPR RI Hillary Brigitta Lasut, meminta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) memperluas jangkauan pembiayaan, pendampingan, dan pengembangan ekspor ke kawasan Indonesia Timur. Menurutnya, pemerataan akses terhadap program pemerintah menjadi syarat penting untuk mewujudkan keadilan pembangunan nasional.
Desakan itu disampaikan Hillary saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), PT SMI, LPEI, serta pelaku UMKM di Kabupaten Badung, Bali, Rabu (23/7/2026).
Politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut menilai masih terdapat ketimpangan dalam pelaksanaan program pembiayaan dan pengembangan ekspor, khususnya di wilayah timur Indonesia. Karena itu, ia meminta LPEI dan PT SMI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jangkauan program yang selama ini dijalankan.
Ia juga mendorong agar bahan paparan yang disampaikan kepada Komisi XI DPR RI lebih komprehensif sehingga mampu memberikan gambaran utuh mengenai pemerataan akses pembiayaan di seluruh daerah.
Soroti Minimnya Program di Kawasan Timur
Hillary menyoroti data persebaran pembiayaan PT SMI yang dinilai belum mencerminkan pemerataan antarwilayah. Menurutnya, perlu dievaluasi apakah masih terdapat kendala komunikasi, sosialisasi, maupun faktor lain yang menyebabkan sejumlah pemerintah daerah belum memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut.









