Porostimur.com, Labuha – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha, kemerdekaan dirayakan dengan cara yang sederhana, tetapi penuh makna.
Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berdiri di atas panggung, memegang mikrofon dan menyanyikan lagu pilihan mereka. Ada yang tampil dengan penuh percaya diri, ada pula yang masih menyimpan gugup. Namun, semuanya mendapat kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan.
Momen itu terjadi saat babak final lomba karaoke dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (11/8/2026).
Satu per satu peserta tampil dengan karakter masing-masing. Mereka tidak hanya dituntut mampu menyanyikan lagu dengan baik, tetapi juga berani tampil, mengekspresikan diri dan menunjukkan kreativitas di hadapan warga binaan lainnya.
Suasana kompetisi pun berlangsung meriah.
Tepuk tangan dan sorakan dukungan terdengar setiap kali peserta menyelesaikan penampilannya. Meski berlomba untuk menjadi yang terbaik, para peserta tetap menunjukkan sportivitas dan saling memberikan dukungan.
Bukan Sekadar Mencari Juara
Memasuki babak final, para peserta terlihat semakin percaya diri.
Panggung karaoke menjadi ruang sederhana bagi para WBP untuk menunjukkan bahwa masa pembinaan tidak harus diisi dengan kegiatan yang monoton. Ketika diberikan ruang dan kesempatan, setiap orang tetap memiliki potensi yang dapat dikembangkan.









