Dari sisi arsitektur, bangunan dirancang dengan konsep modern minimalis yang fungsional, serta pembagian zona publik, semi publik, dan privat secara terstruktur. Area publik dibuat terbuka dan mudah diakses, sementara ruang-ruang privat seperti ruang operasi dan isolasi ditempatkan secara khusus untuk menjaga kenyamanan dan privasi pasien.
Perencanaan juga memperhatikan aspek keberlanjutan, mulai dari sistem sirkulasi udara, pencahayaan alami, pengelolaan limbah, hingga penyediaan air bersih dan ruang terbuka yang mendukung lingkungan rumah sakit yang sehat dan efisien.
Tantangan Logistik di Wilayah Kepulauan
Pelaksanaan proyek di wilayah kepulauan seperti Kota Tual menghadapi tantangan tersendiri, terutama dalam distribusi material dan alat berat yang bergantung pada jadwal kapal logistik. Untuk mengatasi hal tersebut, tim proyek menerapkan strategi mobilisasi material secara bertahap agar pekerjaan tetap berjalan sesuai target.
Selain itu, Hutama Karya juga menerapkan standar Quality, Health, Safety, Security & Environment (QHSSE) secara ketat guna memastikan proses konstruksi berjalan aman, tertib, dan sesuai standar mutu.
Komitmen Pemerataan Kesehatan
Plt EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan layanan kesehatan di Indonesia.









