Moksen Idris Sirfefa, Anggota Dewan Pakar MN KAHMI 2022-2027
Hari ini, Korps Alumni HMI (KAHMI) berusia 60 tahun. KAHMI lahir di Solo, pada momentum Kongres HMI VIII, 17 September 1966. Kongres yang menurut cerita A. Dahlan Ranuwiharjo (Pakde Dahlan) di rumahnya di daerah Ciledug beberapa tahun silam, merupakan kongres yang heroik. Betapa tidak, Kongres VIII Solo adalah saat-saat dimana HMI menunjukkan digdayanya sebagai kekuatan muda Islam yang menjaga moralitas Pancasila pasca satu tahun G30S/PKI 1965. Disana Nurcholish Madjid (Cak Nur) terpilih untuk yang pertama kalinya sebagai Ketua Umum PB HMI periode 1966-1969. Keunikan Kongres ini menurut Pakde Dahlan, semua peserta kongres dari seluruh Indonesia diinapkan di rumah-rumah penduduk setempat agar busa berbaur dengan masyarakat.
Cak Nur memenangkan pemilihan setelah menyampaikan visi dan misi yang sangat megesankan para peserta kongres. Inti pidato/gagasan Cak Nur berfokus pada penegasan tauhid (ketuhanan), modernisasi pemikiran, serta penguatan komitmen keislaman dan keindonesiaan pasca G30S/PKI.
Penyampaian gagasan, visi dan misi yang sangat apik, rasional, tetap menyentuh spiritualitas keagamaan ini berhasil menyatukan faksi-faksi di dalam kongres. Keberhasilan pidato inilah yang mengukuhkan posisi Cak Nur sebagai figur intelektual muda paling menjanjikan hingga terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum PB HMI periode 1966-1969.









