IAEI Maluku Utara Diminta Bersinergi dengan Pemerintah Daerah

oleh -24 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia Maluku Utara (IAEI Maluku Utara) menggelar Rapat Kerja dan Seminar Nasional Ekonomi Islam di Aula Bank Indonesia Ternate, Kamis (5/12/2019).

Acara dengan tema “Sinergitas Institusi Pendidikan Tinggi, Lembaga Keuangan dan Pemerintah dalam Pengembangan ekonomi Syariah di Maluku Utara” dihadiri Ketua Dewan Penasehat Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI), Prof. Dr. H. Mansyur Ramli.

Pada kesempatan itu Gubernur KH. Abdul Gani Kasuba yang diwakili Asisten III Setda Malut mengucapkan selamat datang Prof. Dr. H. Mansyur Ramli di bumi Moloku Kie Raha.

Melalui Asisten III, Gubernur berharap IAEI hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan sinergitas membangun ekonomi berkeadilan di Maluku Utara.

Link Banner

“Kepada IAEI Provinsi Maluku Utara agar dapat memberikan kontribusi nyata kepada pemerintah, baik pemikiran konstruktif maupun aksi riil dalam pembangunan ekonomi,”ucap Salmin

Baca Juga  Museum Maluku Kembali Gelar Pameran Temporer Sejarah Perjuangan Bangsa

Selain itu Gubernur juga berharap IAEI membangun sinergitas antara lembaga keuangan syariah, lembaga pendidikan dalam membumikan ekonomi syariah serta membangun jaringan dengan lembaga-lembaga keuangan, riset maupun organisasi Investor Internasional untuk memajukan Ekonomi Islam melalui pengkajian dan penelitian terhadap berbagai potensi kreatif dalam pengembangan dan pelaksanaan Ekonomi Islam di Wilayah Maluku Utara.

Gubernur mengatakan perkembangan ekonomi islam yang semakin cerah dewasa ini, ditandai dengan berkembangnya lembaga keuangan Syariah di Indonesia, baik lembaga perbankan maupun non bank. Tidak hanya itu, di dunia pendidikan juga semakin bermunculan program studi ekonomi Islam di beberapa universitas di Indonesia.

“Perkembangan ekonomi islam yang semakin marak ini merupakan cerminan  atas gairah dan kerinduan umat Islam di Indonesia akan suatu sistem perekonomian yang mampu menyejahterahkan bangsa dan membebaskan bangsa dari terpuruknya perekonomian Indonesia oleh beberapa sebab, diantaranya; krisis ekonomi, kemiskinan dan pengangguran,” katanya.

Baca Juga  Don't Bother Me F.L.C Indonesia Galang Dana untuk Korban Gempa Maluku

Ia menyebut, salah satu bentuk penggalian potensi dan wujud kontribusi masyarakat dalam perekonomian nasional tersebut adalah pengembangan sistem ekonomi berdasarkan nilai Islam (syariah) dengan mengangkat prinsip-prinsipnya ke dalam sistem hukum nasional.

“Prinsip syariah berlandaskan pada nilai-nilai keadilan, kemanfaatan, keseimbangan, dan keuniversalan (rahmatan lil ‘alamin). Nilai-nilai tersebut diterapkan dan didasarkan pada prinsip-prinsip syariah yang kita disebut ekonomi syariah,” ujarnya.

Salah satu prinsip dalam ekonomi Islam menurut Gubernur adalah larangan riba dalam berbagai bentuknya, dan menggunakan sistem bagi hasil. Dengan prinsip bagi hasil, ekonomi syariah dapat menciptakan iklim investasi yang sehat dan adil karena semua pihak dapat saling berbagi, baik keuntungan maupun potensi risiko yang timbul sehingga akan menciptakan posisi yang berimbang diantara keduanya.

Baca Juga  Razia di Hunimua, Polsek Saluhutu amankan 250 liter sopi

“Mencermati beberapa hal yang dikemukakan di atas maka menurut hemat saya, kegiatan yang dilaksanakan hari ini memiliki nilai yang sangat strategis, karena forum ini merupakan ajang komunikasi para pelaku ekonomi serta dapat menjadi media bagi semua pihak untuk berkomitmen dan bersinergi guna menghasilkan solusi bagi perencanaan peningkatan kesempatan untuk berusaha dengan menciptakan peluang kerja bagi siapa saja dalam sistem pengelolaan dunia usaha yang kuat dan berkesinambungan,” katanya mengakhiri.

Tampak hadir pada acara tersebut Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku Utara, Wali Kota Ternate, serta Ketua DPW IAEI Maluku Utara. (redlrtl/adhy/tic)