Porostimur.com, Ambon – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) melihat persiapan untuk peralihan tv analog ke tv digital di Maluku belum sepenuhnya siap karena lemahnya sosialisi program ASO di tingkat daerah.
Menurut Ketua IJTI Pengurus Daerah Maluku Imanuel Alfred Souhaly, saat ini hanya Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Maluku bersama lembaga penyiaran pemrintah dan stasiun tv swasta lokal berjaringan di Maluku yang memiliki inisiatif untuk sosialisasi ASO.
Sementara untuk Infrastruktur Tv Digital semua Lembaga Penyiaran di Maluku baik swasta maupun pemerintah Telah siap.

“Hanya saja distribusi bantuan STB (Set Top Box) tv digital kepada keluarga penerima masih dilakukan oleh lembaga penyiaran yang telah ditunjuk dan berkewajiban membagikan, selain itu harus ada pengawasan dalam pembagian STB agar tepat sasaran sesuai data,” kata Imanuel, Selasa (7/6/2022).
Jurnalis Kompas TV ini menambahkan, seharusnya pada tanggal 31 Mei, Maluku sudah beralih ke siaran digital, namun ditunda karena pembagian STB belum seluruhnya dibagikan kepada masyarakat penerima bantuan.
Terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate menegaskan agar distribusi STB menjadi perhatian penting lantaran migrasi siaran analog ke digital sudah dimulai dan telah bisa dinikmati oleh masyarakat. Sehingga keberadaan STB akan membantu masyarakat bisa menonton siaran televisi digital.










