Suntik Mati Siaran Analog, Kemenkominfo Masih Verifikasi Data Penerima Set Top Box

oleh -30 views
Juru Bicara Kominfo Dedy Permadi
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) hingga saat ini masih melakukan verifikasi terkait data penerima bantuan set top box (STB) gratis bagi masyarakat yang terdampak migrasi siaran TV analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO).

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo Ismail mengatakan sejauh ini berdasarkan data yang diterima dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, pemerintah bersama penyelenggara multipleksing (mux) akan menyalurkan bantuan STB gratis TV digital sebanyak 6,7 juta unit.

“6,7 juta Itu data yang kita terima dari Kementerian Sosial. Data itu sedang kami verifikasi oleh pemerintahan desa. Kita dibantu oleh Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri,” ujarnya mengutip bisnis.com, Rabu (29/6/2022).

Dengan begitu, terkait berapa jumlah set top box yang pasti akan dibagikan hingga target tercapainya ASO yakni 2 November 2022, dia menuturkan masih menunggu data yang dikoordinasikan langsung ke desa-desa yang terdampak ASO.

“Nah ini radiogram sudah dikirim, jadi tunggu data balikan dari mereka. Inshallah dalam waktu dekat [dapat datanya],” tambah Ismail.

Baca Juga  Diduga Kehamilan RN Melibatkan Dua Pria Berbeda, Keluarga Suami Minta Polres Halsel Lakukan Tes DNA

Sejuah ini, imbuh Ismail, program ASO baru berjalan di delapan wilayah siaran. Sementara bantuan perangkat set top box yang dibagikan untuk tahap pertama ini baru sekitar 87.000 dari pemerintah dan sisanya diberikan oleh penyelenggara mux.

Untuk penambahan atau perluasan wilayah siaran lainnya, dia menyebut masih menunggu konfirmasi data yang fix baru kemudian dilakukan pembagian set top box.

Belum Ambil Langkah Tegas Terkait Migrasi Televisi Ke Siaran Digital

Sebelumnya, Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi juga mengatakan pihaknya memastikan data penerima bantuan set top box tersebut terus dimutakhirkan.

“Data terus dikomunikasikan dan terus dimutakhirkan,” kata Dedy di kantornya, Senin (27/6/2022).

Pihaknya memilih melakukan pendekatan kepada stasiun TV lewat komunikasi intensif. “Kita pendekatannya komunikasi yang intensif, kita optimis bisa membangun komunikasi itu dengan penyelenggara multipleksing,” kata Dedy Permadi.
ASO tahap I sudah berlangsung hampir dua bulan dan tak lama lagi memasuki tahap II. Namun, migrasi TV analog ke TV digital ini masih memiliki banyak persoalan yang belum terselesaikan, di antaranya izin siaran tv digital yang dinilai terlalu mahal dan kebutuhan Set Top Box (STB).

Baca Juga  Dade Ruskandar Jadi Kajati Malut, Erryl Promosi Ke Kejagung

Terkait STB, Dedy mengatakan pihaknya telah menyediakan satu juta STB untuk membantu kebutuhan keluarga prasejahtera.

“Kalau soal itu Kominfo sudah menyediakan 1 juta stb untuk dibagikan ke keluarga prasejahtera, sesuai data DTKS kemensos. Maka jika ada kekurangan penyelenggara mux untuk menyediakan STB maka pemerintah bisa menyediakan itu dan Kominfo sudah lakukan,” ujarnya.
Masalah lain, menurut Komisi I DPR, masih ada warga yang tidak tahu soal tenggat waktu suntik mati tv analog atau bahkan tak tahu keberadaan program itu.
“Belum, saya belum tahu, belum ada sosialisasinya. Kapan dimulainya kami belum tahu. Kalau [TV Analog] dimatikan, [warga]Sepaku kebingungan juga,” kata Hasanudin, tokoh masyarakat di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (21/4).

Baca Juga  Kanwil Kemenag Malut Ukur Arah Kiblat di Gane Timur

Siaran digital juga dinilai terlalu mahal bagi televisi lokal. Izin sewa saluran TV digital dibayar lewat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dipungut TVRI. Namun, biayanya disamaratakan di seluruh daerah. Padahal, kemampuan televisi lokal disebut tak sebanding dengan TV nasional.

(red/bisnis/abadi)

No More Posts Available.

No more pages to load.