Terutama yang di Amerika Serikat, konon di Beverly Hills, Los Angeles. Para koruptor kelas kakap itu hidup berflexing ria walau ada red notice dari interpol sekalipun.
Bukankah bila uang negara yang dikorupsi dan bisa “di-recover”, akan sangat membantu kondisi keuangan negara yang sedang defisit parah sekarang ini? Banyak netizen yang menyayangkan Menkeu Sri Mulyani seharusnya tidak perlu pontang panting menaikkan pajak memajaki para pelaku ekonomi, termasuk UMKM yang sedang susah dan banyak yang sekarat. Mengapa aset-aset para koruptor dan kekayaan tunai mereka dari hasil korupsi tidak dikejar di Jakarta dan di luar negeri?
Yang jelas para koruptor kakap tidak akan lari ke antartika. Terlalu dingin di sana dan tidak ada kehidupan nyaman di kutub. So pasti mereka ngulur ngilir dari Singapura ke kota kota metropol dunia.
IEG itu koruptor kelas teri Liga amatir yang selama ini terkesan arogan dan serakah. Konon kata teman teman dekatnya yang pernah senasib menarik ojol sebelum menjadi ketua Jokowi Mania, “Bodoh dia ngembat duit receh Rp3 milyar dibandingkan dengan para koruptor kakap profesional yang main di Liga premier, korupsi ratusan milyar dan ratusan triliun. Mereka memarkir uang Dollar, Yuan, Yen, Euro, di bank-bank asing dunia.









