Mahmud Harun Meninggal Setelah Menunggu Ambulans Laut 10 Jam, Layanan Rujukan Pulau Moti Disorot

oleh -6 Dilihat
Pemerhati hukum, Muis Ade, meminta Pemerintah Kota Ternate tidak menganggap persoalan tersebut sebagai kejadian biasa.

Porostimur.com, Ternate — Duka kembali menyelimuti masyarakat Pulau Moti, Kota Ternate. Mahmud Harun, warga Kelurahan Tafamutu, meninggal dunia di Puskesmas Perawatan Moti setelah disebut menunggu sekitar 10 jam 45 menit untuk mendapatkan evakuasi menggunakan ambulans laut menuju rumah sakit rujukan.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 5 Agustus 2026, tersebut kembali membuka persoalan klasik pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan: ketika fasilitas kesehatan tersedia, tetapi akses menuju layanan rujukan masih terkendala armada transportasi medis.

Mahmud sebelumnya dibawa ke Puskesmas Perawatan Moti pada Rabu pagi dengan keluhan bengkak pada kaki kanan. Setelah mendapatkan penanganan dari tenaga medis, pasien direncanakan dirujuk ke Rumah Sakit Darma Ibu sekitar pukul 08.30 WIT.

Baca Juga  GMANI Maluku Desak Kejaksaan Periksa Kadis DPMD SBB Terkait Laporan Realisasi Anggaran

Namun, proses rujukan disebut terkendala keterbatasan armada ambulans laut.

Pasien bersama keluarga kemudian harus menunggu kedatangan speed ambulans laut yang diharapkan dapat melakukan evakuasi dari Moti. Hingga sore hari, armada yang ditunggu belum juga tiba.

Sekitar pukul 17.15 WIT, Mahmud Harun akhirnya meninggal dunia di Puskesmas Perawatan Moti.

Peristiwa tersebut kini menjadi sorotan karena menyangkut kecepatan pelayanan rujukan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.

No More Posts Available.

No more pages to load.