“Kami akan mempercayai penilaian rakyat Inggris dan tidak lagi mengkriminalisasi siapa pun yang memilih untuk tidak memakainya (masker),” kata Johnson, seperti dilansir dari Kompas.com.
Pembatasan Covid-19 Inggris diperkenalkan pada Desember untuk memperlambat penyebaran cepat varian omicron, dan mengulur waktu bagi penduduk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster).
Johnson mengatakan pada Rabu (19/1/2022) bahwa lebih dari 90 persen dari mereka yang berusia di atas 60 tahun di Inggris telah mendapat suntikan booster.
Angka resmi menunjukkan bahwa infeksi Covid-19 Inggris turun di sebagian besar wilayah negaranya, pertama kalinya sejak awal Desember.
Pemerintah Inggris melaporkan 108.069 kasus baru pada Rabu (19/1/2022), sekitar setengah dari jumlah harian yang tercatat selama liburan.
Persyaratan bagi mereka yang terinfeksi untuk mengisolasi selama lima hari penuh tetap ada.
Tetapi Johnson mengatakan tindakan itu juga akan berakhir dalam beberapa minggu mendatang.
Dia mengatakan dalam jadwal sementara aturan isolasi diri berakhir pada 24 Maret.
Tapi dia menjanjikan akan berusaha membatalkannya lebih awal jika data virus terus membaik.
Johnson dan Menteri Kesehatan Sajid Javid sama-sama mengatakan pemerintah merencanakan periode pasca-pandemi ketika dapat mengobati Covid-19 lebih seperti flu.









