Ini Penyebab Kemarahan Rakyat Prancis

oleh -4 Dilihat
Unjuk rasa serikat pekerja yang memprotes perombakan sistem pensiun di Prancis. Foto: Guillaume Horcajuelo/EPA

Porostimur.com, Paris – Perdana Menteri Prancis Elisabeth Borne menggunakan prosedur khusus untuk mendorong RUU pensiun melalui Majelis Nasional tanpa pemungutan suara pada Kamis (16/3/2023). Langkah Borne tersebut memicu ejekan dan teriakan “Mundur!” dari para anggota parlemen.

Borne disambut oleh ejekan saat dia tiba di Majelis Nasional, atau majelis rendah parlemen Prancis. Borne tiba di Parlemen untuk mengumumkan bahwa pemerintah akan menggunakan pasal 49.3 konstitusi, untuk mengesahkan RUU reformasi pensiun tanpa pemungutan suara di parlemen.  

Sesi itu ditangguhkan selama dua menit setelah anggota parlemen sayap kiri menyanyikan lagu kebangsaan untuk mencegah Borne berbicara. Beberapa anggota parlemen memegang spanduk bertuliskan “Tidak sampai 64 tahun”. Ketika sesi dilanjutkan, Borne angkat bicara, tetapi pidatonya sebagian besar tenggelam oleh ejekan dan nyanyian.

Baca Juga  Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Drama Panas Warnai Carabao Cup

“Kami tidak bisa mempertaruhkan masa depan pensiun kami, reformasi ini diperlukan,” kata Borne kepada anggota parlemen, ketika menjelaskan mengapa dia menggunakan prosedur 49.3 konstitusi.

Pemimpin sayap kanan Marine Le Pen mengatakan, Borne harus mengundurkan diri. “Penggunaan 49.3 dalam menit terakhir adalah tanda kelemahan yang luar biasa. Dia (Borne) harus mundur,” ujar Le Pen.