Porostimur.com, Teheran — Iran menyatakan akan melakukan rekayasa balik (reverse engineering) terhadap Dive-LD, wahana bawah air otonom (Autonomous Underwater Vehicle/AUV) buatan perusahaan teknologi pertahanan Amerika Serikat, Anduril Industries, yang sebelumnya dikuasai pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di sekitar Selat Hormuz.
Rencana tersebut disampaikan Juru Bicara IRGC Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, Selasa (22/9/2026).
Mohebbi menyebut perangkat bawah laut itu merupakan salah satu perangkat keras militer yang jatuh ke tangan Iran selama konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
“Teknologi canggih terdapat pada wahana bawah air yang jatuh ke tangan pasukan Angkatan Laut IRGC ini, dan proses rekayasa baliknya akan segera dimulai,” ujar Mohebbi.
Ia mengklaim penguasaan perangkat tersebut menunjukkan bahwa teknologi militer Amerika yang disebutnya paling mutakhir telah berada dalam kendali Iran.
“Perang ini membuktikan teknologi AS paling mutakhir yang digunakan dalam industri militer dan pertahanan telah jatuh ke dalam kendali Iran,” katanya.
Dive-LD Dirancang untuk Operasi Bawah Laut Jangka Panjang
Dive-LD merupakan AUV yang dirancang untuk menjalankan berbagai misi bawah laut dengan intervensi manusia yang terbatas.
Menurut informasi mengenai platform tersebut, kendaraan ini dapat digunakan untuk pengintaian dan pengumpulan informasi, pemetaan dasar laut, operasi penanggulangan ranjau serta sejumlah misi bawah laut lainnya. Sistem tersebut juga dirancang untuk beroperasi secara otonom selama berhari-hari.










