Israel Akui 1.152 Tentara Tewas di Gaza, Separuhnya Berusia di Bawah 21 Tahun

oleh -1 Dilihat
Israel akui 1.152 tentaranya tewas akibat dibantai Hamas. Foto/X

Tentara Israel telah melancarkan perang tanpa henti terhadap rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat selama hampir dua tahun, menyusul Operasi Banjir Al-Aqsa yang dipimpin oleh perlawanan.

Meningkatnya jumlah korban tewas ini disertai dengan gangguan psikologis yang mendalam di dalam pasukan Israel. Menurut media Israel, lebih dari 43 tentara telah tewas karena bunuh diri sejak Oktober 2023, karena penempatan yang berkepanjangan dan paparan trauma medan perang memicu tekanan mental yang meluas.

Sebuah studi gabungan oleh Universitas Tel Aviv dan tentara menemukan bahwa 12% tentara kini menderita gangguan stres pascatrauma (PTSD), menandai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pendudukan.

Baca Juga  DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Desember 2026

Hingga September, media Israel melaporkan bahwa lebih dari 1.100 tentara telah diberhentikan dari tugas karena PTSD, sementara lebih dari 26.000 personel telah mencari perawatan psikologis sejak perang dimulai, sekitar sepertiganya didiagnosis dengan kondisi terkait trauma. Ini merupakan peningkatan drastis dibandingkan perang-perang sebelumnya, seperti konflik Lebanon 2006, ketika hanya 2% pasukan yang terdampak.

Menanggapi hal ini, IOF dan Kementerian Keamanan telah memperluas Unit Respons Stres Tempur, membuka cabang-cabang regional baru, dan merencanakan pusat rehabilitasi nasional untuk menyediakan dukungan medis dan psikologis jangka panjang bagi tentara yang terdampak dan keluarga mereka.

No More Posts Available.

No more pages to load.