Israel Minta Palestina Serahkan Peluru yang Bunuh Jurnalis Al Jazeeera Shireen Abu Akleh

oleh -105 views

Porostimur.com, Tepi Barat – Kematian jurnalis senior Shireen Abu Akleh di Tepi Barat membuat gembar insan pers. Jurnalis berusia 51 tahun itu terkena tembakan di kepala saat sedang meliput di Kota Jenin. 

Wanita perwakilan Al Jazeera itu dilaporkan sudah menggunakan alat perlindungan serta rompi pers. Akan tetapi, peluru itu menghantam bagian kepalanya yang tak tertutup perlindungan.

Pihak Palestina menegaskan bahwa pelaku pembunuhan adalah tentara dari Israel. Namun, hal itu dibantah oleh Israel yang juga meminta adanya investigasi gabungan. Palestina dengan tegas menolak permintaan itu. 

“Israel telah meminta sebuah investigasi gabungan dan agar diberikan peluru yang membunuh jurnalist Shireen, kami menolak hal itu, dan kami menegaskan bahwa investigasi akan dilakukan secara independen,” ujar Hussein Al Sheikh, anggota Komite Eksekutif dari Palestine Liberation Organization, Kamis (12/5/2022). 

Al Sheikh berjanji akan melaporkan hasil investigasi kepada keluarga Shireen, serta Amerika Serikat dan Qatar. Ia pun meminta organisasi-organisasi internasional bergerak untuk menyetop kejahatan dari pihak Israel. 

Baca Juga  Wakapolda Stephen Napiun Ditunjuk Jadi Pjs Kapolda Maluku Utara

Sementara, The Times of Israel melaporkan bahwa Israel Defense Forces (IDF) meragukan bahwa tentaranya menembak Shireen. Mereka juga berkata tidak melihat jurnalis tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.