Wes J Bryant, mantan profesional penargetan militer AS, mengatakan: “Bom berdiameter kecil sangat bagus untuk mitigasi kerusakan tambahan jika Anda tidak menjatuhkannya di dekat tenda bersama keluarga.”
Militer Israel telah menekankan bahwa serangan tersebut terjadi di luar “zona kemanusiaan” yang ditetapkan, namun Pasukan Pertahanan Israel (IDF) belum mengeluarkan perintah evakuasi untuk blok khusus di lingkungan Tal al-Sultan sebelum serangan tersebut.
“Ada sebuah perkemahan sipil dan warga sipil di dalamnya harus tetap dilindungi,” kata Bryant, seraya menambahkan bahwa militer AS memerlukan persetujuan komando senior untuk melakukan serangan terhadap kamp tersebut.
“Analisis kerusakan tambahan kami kemungkinan akan menempatkan warga sipil dalam radius dampak serangan, sehingga kemungkinan besar kami tidak akan menyerang di lokasi tersebut,” katanya lagi.
Seorang juru bicara militer Israel yang dihubungi pada Rabu mengatakan dia tidak bisa berkomentar lebih jauh mengenai amunisi yang digunakan atau tindakan apa yang diambil untuk mencegah jatuhnya korban sipil.
John Kirby, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, mengatakan pada hari Rabu bahwa Amerika Serikat tidak memiliki rincian lebih lanjut mengenai penyebab ledakan dan kebakaran berikutnya di Rafah.










