Istrinya Dihamili Ayah Kandung, Suami Lapor Mertua Ke Polres Halsel

oleh -12.063 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: RN warga Desa Modopolo, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, diduga dihamili ayah kandungnya hingga melahirkan. Hal ini diungkap oleh Muhlis yang tidak lain suami dari RN pada Sabtu (20/2/2021).

Lantaran tidak terima dengan perbuatan mertua, Suami RN, Muhlis melaporkan kejadian tersebut ke Polres Halsel. kasus tersebut sudah masuk dalam proses penyelidikan dengan nomor: SP-Lidik/1/II/2021/Reskrim, tertanggal 1 Februari 2021. Dan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan (SP2HP) nomor: B/53/ll/2021, tanggal 2 februari 2021.

Muhlis, menceritakan, bahwa selama satu tahun lebih, mertuanya (Ayah RN) melarangnya untuk mendekati sangat istri. Bahkan saat istrinya hamil hingga melahirkan pun ia tidak mengetahuinya.

Baca Juga  Dinas P3A Maluku intensifkan sosialisasi UU No 23 tahun 2002

Muhlis yang juga warga Desa Nusa Babullah, Kecamatan Bacan Barat Utara itu menyampaikan, RN menikah dengan dirinya hanya untuk menutupi aib masa lalu mereka berdua (RN dan Ayahnya).

“Istri saya bilang, dia menikah dengan saya hanya untuk menutupi malu (aib),” ujar Muhlis.

Ia menjelaskan, sebelum menikah, RN menceritakan masa lalunya bersama ayah kandungnya, meski mengetahui hal itu, Muhlis menguatkan hati dan menganggap itu hanya masa lalu sehingga dirinya ikhlas menikahi RN.

Lanjut Muhlis, usai menikah dengan RN, pada 29 Januari 2018, istrinya RN melahirkan anak pertama mereka di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Halsel, di Desa Marabose, Kecamatan Bacan, Halsel.

“Baru satu minggu melahirkan, tanpa seizin saya selaku suaminya, istri saya bawa anak laki-laki saya kembali ke kampungnya, Desa Modapolo, dengan alasan ayahnya tinggal sendiri di sana (Madopolo),” tutur Muhlis.

Baca Juga  Kapolda Pimpin Taklimat Akhir Wasrik Rutin Itwasda Polda Malut Tahun Anggaran 2019

Beberapa Minggu kemudia, kata Muhlis, ia menyusul istri dan anaknya ke Modapolo. Saat tiba di Madopolo, Muhlis hanya mendapat caci-maki, bahkan ia dilarang bertemu istri dan anaknya hingga ia kembali ke kampungnya di Bacan.

“Saya su lapor, katanya adik kadung papa mantu saya Polisi yang tugas di Polres Halsel (Bacan), banyak keluarga polisi yang tugas di Bacan juga, jadi sekalipun lapor ke polisi sampai surat menumpuk di meja tapi polisi tidak akan layani,” kutip Muhlis atas ucapan mertuanya.

“Tujuh bulan tidak bertemu istri dan anaknya terhitung sejak November 2019 hingga Mei 2020, saya mendapat informasi istri saya sudah hamil 5 bulan, usia kandungan istri saya sudah 8 Bulan baru dia kase kabar bahwa dia ke Ternate untuk persiapan melahirkan. Usai melahirkan, bayi perempuan itu diberikan ke orang lain di Ternate,” tutup Muhlis. (adhy)