Jika Isu Referendum Papua Jadi Agenda PBB, Sebaiknya Jokowi Nyatakan Berhenti Sebagai Presiden

oleh -57 views
Link Banner

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), mengingatkan agar berhati-hati dengan isu referendum Papua.

Pasalnya, kata dia, Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat sudah mengagendakan wacana tersebut untuk disidangkan di Mejelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Pesan saya kepada Pak Jokowi, lihat United Liberation Movement for West Papua, Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat, sudah mengagendakan agar referendum disidangkan untuk Majelis Umum yang akan datang, Desember tahun ini. Jadi hati-hati, jangan anggap remeh,” kata  Amien, dikutip dari gatra.com.

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), mengatakan, apabila isu referendum Papua menjadi agenda PBB, maka sebaiknya Jokowi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Link Banner

Menurut Mantan Menteri Kehutanan periode 2004-2009 itu, Papua bagian dari sudah final dan tidak ada tawarannya lagi.

Baca Juga  Kemendikbud gandeng Irama Nusantara arsipkan musik populer Indonesia

“Presiden Jokowi sebaiknya menyatakan berhenti sebagai Presiden RI jika issu refrendum Papua menjadi agenda Perserikatan Bangsa Bangsa. Papua final. Ingin Republik Indonesia Anti Neokolinial. IRIAN,” tulis MS melalui akun twitter @hmskaban, (keket).