Luas wilayah kekuasaan Kesultanan Ternate di era pemerintahan Sultan Baabullah juga semakin bertambah. Dengan mengusung misi Islamisasi, Sultan Baabullah berhasil menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil di Kepulauan Maluku.
Bahkan, di luar kepulauan tersebut, masih cukup banyak kerajaan yang akhirnya memilih bernaung di bawah panji-panji Kesultanan Ternate.
Sultan Baabullah menempatkan perwakilannya yang disebut Sangaji di berbagai daerah, termasuk Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur, juga di wilayah Timor Leste sekarang.
Tak hanya itu, Sultan Baabullah juga punya perwakilan yang ditempatkan di Jawa dan Sumatera, sampai Papua.
Di Papua sendiri ada cukup banyak daerah yang berhasil dirangkul, seperti Raja Ampat, Sorong, Biak, Jayapura, dan Merauke.
Wilayah taklukan Kesultanan Ternate juga membentang dari Sulawesi Utara dan Tengah hingga Kepulauan Marshall di kawasan Mikronesia, dekat Australia. Filipina bagian selatan alias Mindanao juga berhasil ditundukkan (A.G. Anshori, Hukum Islam: Dinamika dan Perkembangannya di Indonesia, 2008:98).
Seorang peneliti Belanda bernama Valentijn merinci setidaknya ada 72 wilayah atau kerajaan yang berada di bawah pengaruh Kesultanan Ternate. Dari situlah Sultan Baabullah memperoleh julukan sebagai “Penguasa 72 Negeri” (Reid, Anthony, Southeast Asia in the Early Modern Era, 1993:38).




