Porostimur.com, Ternate – Neraca perdagangan Provinsi Maluku Utara mengalami surplus sebesar USD520,42 juta pada Juni 2024 atau setara dengan Rp8,4 triliun.
Meskipun menunjukkan angka surplus yang besar, namun terjadi penurunan dibandingkan periode sebelumnya, Mei 2024 yang tercatat sebesar USD546,89 juta.
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, Nurhidayat Maskat, menjelaskan bahwa penurunan surplus ini disebabkan oleh turunnya nilai ekspor seluruh komoditas pada Juni 2024.
“Nilai ekspor Provinsi Maluku Utara pada Juni 2024 mencapai USD858,56 juta secara bulanan. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan nilai ekspor pada Mei 2024 yang sebesar USD1.010,37 juta,” ungkap Nurhidayat dalam rilis yang disampaikan pada Selasa (16/7/2024).
“Namun, secara tahunan, nilai ekspor mengalami peningkatan. Jika dibandingkan dengan Juni 2023 yang sebesar USD775,96 juta, nilai ekspor pada Juni 2024 meningkat menjadi USD858,56 juta,” imbuhnya.
Maskat menjelaskan, share ekspor Maluku Utara pada bulan Juni 2024 terdiri dari komoditas besi dan baja (HS 72) sebesar 62,59 persen, nikel (HS 75) 32,62 persen, bahan kimia anorganik 4,37 persen, dan komoditas ikan serta udang 0,06 persen.
Sedangkan pangsa ekspor terbesar berasal dari Tiongkok dengan kontribusi 93,10 persen, diikuti oleh India 1,77 persen, Inggris 1,69 persen, dan negara lainnya 3,45 persen.




