“Seandainya mereka mengalahkan Empoli, bahkan dengan pengurangan 10 poin sekalipun mereka masih bisa menekuk Milan dalam head-to-head untuk lolos ke Liga Champions. Sebaliknya, mereka membuang kesempatan emas ini. Usai laga, saya mendengar suara pasrah.”
Pola permainan juga turut disorot pemain yang 11 tahun berseragam Juventus itu. Allegri dinilai kebingungan menentukan formasi terbaik, dan tak bisa mengikuti perkembangan zaman.
“Pelatih menurunkan banyak line-up berbeda dalam dua musim terakhir, menunjukkan rasa putus asa menemukan Juve yang diinginkan, namun tak pernah berhasil,” Tacchinardi melanjutkan.
Allegri belum menyumbang trofi sejak kembali melatih Juventus pada 2021. Foto: DeFodi Images via Getty Images/DeFodi Images
“Saat Juve merekrutnya kembali, mereka tahu Allegri berorientasi pada hasil, dan tidak tertarik dengan sepak bola menghibur. Namun sepak bola telah berubah dengan cepat, sama cepatnya seperti smartphone yang terus menerus menghadirkan edisi baru.”
“Klub harus mengevaluasi apakah Allegri masih punya kompetensi, kharisma, dan rasa lapar untuk membantu tim terus maju di saat tekanan terus bertambah setiap tahun. Jika ia bertahan hanya karena faktor ekonomi, itu bisa merusak semua yang terlibat,” tegas Tacchinardi.










