Kadis Perindagkop Haltim Diduga Bisnis Minyak Tanah Subsidi Lewat Istri

oleh -99 views

Ricko beralasan, pangkalan istrinya hanya mendapat jatah 5 ton per bulan sehingga masih tergolong wajar.

“Kalau hari ini 20 atau 30 ton mungkin bermasalah. Ini cuma 5 ton. Dari delapan desa di bagian utara, jatahnya hanya 7 ton,” tambahnya.

Harga Berbeda Tiap Kecamatan

Menurut Ricko, Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak tanah subsidi di Haltim dijual bervariasi sesuai jarak distribusi ke desa-desa.

“Kalau subsidi itu Rp6.800 sampai Rp8.000 per liter, tergantung jangkauan. Kalau di kami kemarin sebelum naik Rp7.500, sekarang sudah Rp8.000,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengklaim tetap melakukan pengawasan dan tidak segan menutup pangkalan nakal. “Kalau ditemukan di lapangan minyaknya mahal, maka sampaikan ke kami. Misalnya yang terjadi di Subaim itu langsung saya tutup,” tegas Ricko. (Nahrawi)

Baca Juga  36 Calon Taruna Akmil Ikuti Tes Kesamaptaan di Ambon

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com

No More Posts Available.

No more pages to load.