Porostimur.com, Ambon – Kapal phinisi KLM Cajoma V bermuatan 13 orang dilaporkan tenggelam di perairan Kepulauan Teon Nila Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada Senin (4/5/2026). Kapal tersebut diketahui berlayar dari Sorong, Papua Barat menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) sebelum akhirnya dihantam gelombang besar.
Meski insiden ini sempat menimbulkan kekhawatiran, seluruh penumpang dilaporkan selamat setelah berhasil menyelamatkan diri dan dievakuasi oleh tim SAR. Saat ini, para korban telah berada di Ambon untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Evakuasi Bermula dari Sinyal Darurat
Kepala Kantor SAR Ambon Muhamad Arafah, menjelaskan bahwa proses evakuasi diawali dari sinyal darurat yang dipancarkan melalui Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) dari kapal sebelum tenggelam.
Sinyal tersebut diterima oleh Basarnas Command Centre (BCC) dan langsung diteruskan ke Basarnas Ambon untuk pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
“Sejak kejadian, kami terus berkoordinasi dengan pihak pemilik kapal. Dari informasi yang kami terima, sebelum kapal tenggelam seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri menggunakan sekoci dan menepi ke Pulau Nila untuk berlindung,” ujar Arafah.
Operasi SAR dan Proses Penyelamatan
Setelah menerima informasi, pada Selasa (5/5/2026) pukul 00.05 WIT, tim Rescue Basarnas Ambon diberangkatkan menggunakan KN SAR Bharata menuju lokasi kejadian di wilayah perairan Kepulauan TNS.









