Kapolsek Komodo Penganiaya Sekuriti BRI Dimutasi ke Maluku Utara

oleh -1 Dilihat
Kapolsek Komodo AKP Ivans Drajat. (Foto: Istimewa)

Pemuda asal kampung Rentung, Desa Belang Turi, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai itu ditinju dan disikut di bagian wajah dan rahang. Guido juga dipukul pakai sandal. Guido mengaku sempat berlutut meminta maaf kepada Ivans untuk menghentikan penganiayaannya, namun tak digubris oleh Ivans.

Ivans mengakui telah menganiaya Guido. Akibat ditegur Guido, Ivans sampai salah mengetik PIN ATM. Padahal dia harus sesegera mungkin mengirim uang untuk ayahnya yang sedang sakit berat. Ia mengaku ditegur saat sedang memencet PIN ATM. Dia kesal akan hal itu. “Dia tegur, jadi saya salah ketik PIN ATM,” kata Ivans.

Pada saat itu juga Ivans mengaku sedang banyak pikiran dengan kondisi ayahnya yang sedang sakit. “Saya terlalu banyak pikiran. Bapak saya koma. Sudah dua minggu ini saya pikirkan beliau. Semoga bapak saya baik-baik saja,” ujarnya.

Baca Juga  Chelsea vs Manchester United: Duel Dua Tim Terluka di Stamford Bridge

Ivans dan Guido telah menyelesaikan masalahnya secara kekeluargaan pada malam hari setelah penganiayaan terjadi. Proses perdamaian itu dilakukan menurut adat Manggarai di rumah keluarga Guido di desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Rabu (13/9/2023).

Dalam proses perdamaian itu, Ivans yang datang mengenakan sarung menyerahkan seekor babi dan uang Rp 10 juta kepada Guido sebagai bentuk permintaan maafnya.