Tren Positif Pengelolaan Tambang di Obvitnas
Berdasarkan data yang dihimpun KATAM, sejumlah Objek Vital Nasional (Obvitnas) sektor pertambangan di Maluku Utara menunjukkan tren positif dalam pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Beberapa capaian praktik pertambangan bertanggung jawab tersebut antara lain rehabilitasi lahan di wilayah Halmahera Tengah dan Halmahera Selatan yang telah mencapai lebih dari 80 persen dari total area terbuka. Selain itu, pengelolaan limbah juga mulai menerapkan teknologi Deep Sea Tailing Placement (DSTP) dan sistem pengendalian sedimentasi yang diawasi ketat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Dari sisi ekonomi, sektor pertambangan tercatat menyumbang lebih dari 25 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku Utara, sekaligus menempatkan provinsi ini sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Sementara itu, alokasi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) banyak difokuskan pada beasiswa pendidikan serta pembangunan infrastruktur desa di kawasan lingkar tambang.
Pengawasan Tetap Harus Diperketat
Meski mendorong adanya ruang apresiasi, KATAM menegaskan bahwa dukungan terhadap perusahaan tambang bukanlah “cek kosong” tanpa pengawasan. Kontrol ketat tetap diperlukan agar komitmen lingkungan dan sosial tidak berhenti pada laporan administratif semata.









