KATAM: Perusahaan Taat Aturan Penting untuk Masa Depan Tambang Berkelanjutan di Malut

oleh -22 Dilihat

Tren Positif Pengelolaan Tambang di Obvitnas

Berdasarkan data yang dihimpun KATAM, sejumlah Objek Vital Nasional (Obvitnas) sektor pertambangan di Maluku Utara menunjukkan tren positif dalam pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial.

Beberapa capaian praktik pertambangan bertanggung jawab tersebut antara lain rehabilitasi lahan di wilayah Halmahera Tengah dan Halmahera Selatan yang telah mencapai lebih dari 80 persen dari total area terbuka. Selain itu, pengelolaan limbah juga mulai menerapkan teknologi Deep Sea Tailing Placement (DSTP) dan sistem pengendalian sedimentasi yang diawasi ketat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dari sisi ekonomi, sektor pertambangan tercatat menyumbang lebih dari 25 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku Utara, sekaligus menempatkan provinsi ini sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Sementara itu, alokasi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) banyak difokuskan pada beasiswa pendidikan serta pembangunan infrastruktur desa di kawasan lingkar tambang.

Baca Juga  Prabowo Resmikan Hilirisasi Rp180 Triliun dan Ekspor Perdana Baterai EV di Halmahera Tengah

Pengawasan Tetap Harus Diperketat

Meski mendorong adanya ruang apresiasi, KATAM menegaskan bahwa dukungan terhadap perusahaan tambang bukanlah “cek kosong” tanpa pengawasan. Kontrol ketat tetap diperlukan agar komitmen lingkungan dan sosial tidak berhenti pada laporan administratif semata.

No More Posts Available.

No more pages to load.