Kepala LBM Eijkman: Akhir Pandemi Corona di Indonesia Sulit Diprediksi

oleh -131 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio menyatakan bahwa akan sangat sulit memprediksi puncak atau akhir pandemi virus corona secara nasional di Indonesia, karena setiap daerah memiliki kapasitas yang berbeda dalam penanganannya.

Amin menyebut hal ini sebagai fenomena “menekan balon” yang berarti saat kita fokus menekan angka penyebaran di satu daerah justru muncul kenaikan kasus di daerah lain.

“Yang saya khawatirkan adalah fenomena kita menekan balon, jadi kita tekan di sini kemudian muncul di tempat lain, ini dipengaruhi oleh pergerakan manusia karena yang menyebarkan virus ini bukan dibawa angin atau barang, tetapi justru pergerakan manusia,” kata Amin dalam diskusi virtual Crosscheck dari Medcom, Ahad (3/5/2020).

Baca Juga  Jelang Idul Adha, Pedagang Hewan Kurban di Ambon Panen

Amin mencontohkan, jika kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di DKI Jakarta sudah cukup efektif menekan pergerakan orang hingga 60 persen. Namun di daerah sekitarnya seperti Jawa Barat dan Tangerang penerapan PSBB belum efektif, maka penyebaran di daerah ini akan terus meningkat.

“kita khawatir akan terjadi rebound, akan terjadi second wave, ketika mereka kembali ke Jakarta saat PSBB dihentikan dan masuk ke Jakarta lagi itu juga berpotensi (meningkat lagi),” katanya.

Oleh sebab itu, Amin mengusulkan bahwa PSBB harus benar-benar diterapkan secara ketat di seluruh daerah yang sudah berstatus PSBB agar penurunan angka kasus semakin menurun dan tidak terjadi penambahan epicentrum baru di Indonesia akibat pergerakan manusia yang melanggar PSBB.

Baca Juga  OJK & Disperindag Maluku Serahkan Bantuan Beras dan APD kepada Gustu Covid-19 Maluku

Dalam diskusi yang sama, sebelumnya Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono menyatakan bahwa penerapan PSBB di Jakarta sudah menekan angka pergerakan orang hingga 60 persen, sementara di wilayah lain masih di bawah 50 persen. (red/suara)