Ketika Bola Berlari di Atas Tambang: Malut United FC dan Jejak Oligarki Baru di Timur

oleh -1,624 views

Porostimur.com, Ternate – Di stadion Gelora Kie Raha (GKR), stadion kebanggaan warga Ternate, sorak sorai senantiasa mewarnai langkah Maluku Utara United Football Club (Malut United FC) yang mentas di Liga 1 Indonesia. Spanduk bertuliskan “Sepak Bola Bangkit dari Timur” sebagai bentuk dukungan terus berkibar. Tapi di balik gemuruh kemenangan itu, terhampar jejak tambang, perizinan yang dipertanyakan, dan pengaruh seorang oligark muda: David Glen Oi.

Malut United FC bukan sekadar tim. Ia adalah simbol baru bagaimana kekuasaan ekonomi membungkus diri dengan baju olahraga. Seorang pemuda Halmahera bernama Anjas (27), yang hadir dalam laga terakhir saat Malut United FC mencukur PSIS dengan skor 5-1 pada 16 Mei 2025 lalu, mengaku bangga. Tapi, dengan raut bingung, ia bertanya,

“Saya senang ada tim dari sini di Liga 1. Tapi saya dengar dan baca juga, pemiliknya punya urusan dengan tambang dan KPK. Apa ini bukan permainan lain?,” tukasnya dengan nada tanya.

Malut United FC kini bukan hanya klub sepak bola. Ia adalah simbol baru dari kekuatan modal tambang yang menyusup hingga ke lapangan hijau, persis seperti yang pernah terjadi di Kolombia era Pablo Escobar: ketika sepak bola menjadi kendaraan cuci muka dan pemutih citra di tengah bisnis kotor yang merusak akar masyarakat.

Dari Perizinan Tambang ke Tribun Stadion

Malut United FC dulunya adalah Putra Delta Sidoarjo, sebuah klub Liga 2 yang dibeli dan direlokasi ke Maluku Utara oleh pengusaha tambang David Glen Oi melalui PT Malut Sejahtera. Ia kemudian menjadi tokoh sentral dalam proyek rebranding sepak bola daerah. Namun, reputasinya bukan tanpa noda.

No More Posts Available.

No more pages to load.