Ketika Superpower Masuk “Perangkap Hormuz”

oleh -906 views

Dalam struktur operasional, USS Tripoli biasanya tergabung dalam Amphibious Ready Group (ARG) dan beroperasi berdampingan dengan Carrier Strike Group (CSG). Ia dilindungi oleh destroyer kelas Arleigh Burke yang menggunakan Aegis Combat System, dengan rudal pertahanan udara berlapis seperti SM-2 (jarak menengah), SM-6 (multi-role anti-air dan anti-missile), serta sistem pertahanan jarak dekat seperti CIWS Phalanx dan SeaRAM. Dukungan kapal selam nuklir kelas Virginia atau Los Angeles menambah dimensi stealth dan strike capability melalui rudal Tomahawk dengan jangkauan lebih dari 1.500 km.

Ini mencerminkan arsitektur perang modern Amerika Serikat: terintegrasi, berbasis jaringan, dan sangat bergantung pada keunggulan teknologi, sensor, dan dominasi informasi.

Baca Juga  Polsek Bacan Timur Musnahkan 475 Liter Saguer dan Bongkar Lokasi Penyulingan Cap Tikus

Namun keunggulan tersebut berhadapan dengan pendekatan yang sangat berbeda dari Iran. Alih-alih menandingi secara konvensional, Iran membangun sistem anti-access/area denial (A2/AD) yang dirancang untuk membatasi ruang gerak lawan.

Di sepanjang pesisir Hormuz, Iran mengoperasikan rudal anti-kapal seperti Noor (turunan C-802) dengan jangkauan sekitar 120–170 km, Qader hingga 300 km, serta Ghader dan Ghadir varian lanjutan. Iran juga memiliki rudal balistik anti-kapal Khalij Fars dengan kecepatan supersonik tinggi dan kemampuan terminal guidance terhadap target laut.

No More Posts Available.

No more pages to load.